PLN Ubah Limbah Sawit Jadi BioCNG untuk PLTGU Belawan, Dukung Transisi Energi Bersih

Foto landscape Unit Pembangkitan Belawan yang berada di Sumatera Utara.

KANALSATU – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mencetak sejarah baru dalam sektor energi dengan meluncurkan program cofiring BioCNG (Bio Compressed Natural Gas) pertama di Indonesia, yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif di Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan.

BioCNG ini diproduksi dari limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) yang melimpah di wilayah Sumatera Utara. Inovasi ini tidak hanya menjadi solusi energi terbarukan yang ramah lingkungan, tetapi juga mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi memberikan apresiasi atas langkah PLN NP dalam meningkatkan bauran energi terbarukan nasional. Ia menyebut, penggunaan BioCNG ini sejalan dengan peningkatan EBT nasional yang pada semester I 2025 telah mencapai 14,5%.

Direktur Teknologi, Enjiniring, dan Keberlanjutan PLN, E. Haryadi, menegaskan bahwa pemanfaatan BioCNG merupakan aksi nyata PLN dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mengoptimalkan limbah menjadi sumber energi bersih melalui prinsip ekonomi sirkular.

Direktur Utama PLN NP Ruly Firmansyah, menambahkan bahwa pemanfaatan BioCNG di PLTGU Belawan menjadi pembuktian teknis bahwa limbah kelapa sawit memiliki potensi besar untuk mendukung pembangkitan listrik berkelanjutan. “Potensi listrik dari BioCNG cukup besar. Langkah ini mendukung efisiensi energi dan kualitas udara yang lebih baik,” jelasnya.

Dengan kapasitas terpasang 1.184 MW, PLTGU Belawan berkontribusi sebesar 10,96% terhadap sistem kelistrikan Sumatera dan 30,75% di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Di tahun 2024, total produksi energi dari cofiring biomassa mencapai 854 ribu MWh dan ditargetkan meningkat lewat pengaplikasian BioCNG.

Langkah strategis ini menjadi bagian dari komitmen PLN NP dalam mempercepat transisi menuju energi bersih, dekarbonisasi, dan menciptakan masa depan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia. (KS-5)
Komentar