Tiga Menteri Apresiasi Capaian Jawa Timur, Siap Percepat Program Prioritas Nasional

KANALSATU - Tiga menteri Kabinet Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dalam menuntaskan program prioritas nasional. Mulai dari 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), memperkuat ketahanan pangan, dan memperluas manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Konsolidasi Program Prioritas Nasional Bidang Pangan yang digelar di Gedung Setdaprov Jatim, Kamis (21/8/2025).
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan kebanggaannya atas keberhasilan Jatim menjadi provinsi tercepat dalam menuntaskan pembentukan 8.494 KDKMP.
“Bu Gubernur tadi sangat menguasai sekali, luar biasa, capek saya jadi hilang. Terima kasih, Ibu. Semoga Jawa Timur bisa menjadi pilot project bagi daerah lainnya,” ujar Zulhas.
Meski demikian, Zulhas menilai masih banyak tantangan yang perlu diatasi, termasuk soal permodalan, pendampingan, dan operasional koperasi. Untuk itu, ia menekankan pentingnya peran Satgas KDKMP sebagai solusi strategis.
“Maka perlunya Satgas itu untuk membina koperasi-koperasi ini. Kalau bisa, saya minta tiga tahun ke depan mereka dibina agar hasilnya optimal,” tegasnya.
Selain itu, Zulhas juga menyoroti persoalan distribusi beras SPHP di pasar tradisional. Dalam rapat, ia langsung menghubungi Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani untuk mempercepat penyaluran beras SPHP di Jawa Timur.
“Karena bulan depan BPS turun survei, kita harus pastikan beras medium ini tersedia di pasar-pasar tradisional. Tolong segera percepat distribusinya,” tegas Zulhas.
Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi memuji komitmen Jawa Timur sebagai provinsi tercepat dalam pembentukan KDKMP. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kepemimpinan Gubernur Khofifah yang memiliki perhatian besar pada sektor koperasi.
“Karena Gubernurnya orang koperasi, makanya sukses. Harapan kami, Jawa Timur bisa menularkan keberhasilan ini dan menjadi contoh bagi daerah lain,” kata Budi Arie.
Budi menegaskan Kementerian Koperasi akan terus mendukung Jawa Timur, baik dari sisi regulasi maupun pendampingan, agar koperasi-koperasi Merah Putih semakin produktif dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyoroti capaian signifikan Jawa Timur dalam pembangunan desa. Berdasarkan data Kementerian, terdapat 4.005 desa mandiri dan 773 kelurahan di Jatim.
“Kalau Jawa Timur menyelesaikan target KDKMP akhir Agustus atau September, maka sepertiga pekerjaan nasional untuk membentuk 15 ribu koperasi desa selesai ditangani oleh Jawa Timur,” ujar Yandri.
Ia bahkan menegaskan siap turun langsung memantau pelaksanaan KDKMP di seluruh kabupaten/kota. “Saya siap keliling Jawa Timur untuk memastikan program koperasi tepat sasaran dan tepat waktu,” tegasnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam mempercepat implementasi program prioritas nasional Presiden Prabowo, meliputi KDKMP, ketahanan pangan, dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Khofifah, saat ini terdapat 1,9 juta penerima manfaat MBG di Jawa Timur, didukung oleh 16.930 petugas yang tersebar di 714 Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG).
“Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan UMKM lokal, memperkuat sektor pertanian, dan memperluas lapangan kerja,” kata Khofifah.
(KS-5)