PT Kencana Maju Bersama Targetkan Pertumbuhan 20 Persen di 2025, Perkuat Inovasi dan Ekspansi Jaringan Distribusi

KANALSATU — Produsen baja ringan, PT Kencana Maju Bersama (KMB) optimistis menutup tahun 2025 dengan pertumbuhan penjualan sebesar 20 persen. Target ini didukung oleh beberapa strategi yakni peluncuran produk baru, peningkatan kapasitas produksi, dan perluasan jaringan distribusi ke berbagai daerah di Indonesia.

Direktur Utama KMB, Susanto menjelaskan bahwa pasar baja ringan masih sangat potensial. Untuk menjaga daya saing, KMB terus berinovasi dan berinvestasi pada teknologi produksi terbaru. 

“Setiap tahun kami melakukan pembaruan mesin agar mampu mendukung inovasi produk. Tahun ini, kapasitas produksi juga akan ditingkatkan sekitar 10 persen untuk memenuhi permintaan pasar,” ujarnya disela perayaan 34 tahun Kencana, Jumat (22/8/2025) di Surabaya.

Ia menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci pertumbuhan bisnis. Memasuki usia ke-34 dengan tema “New Hope New Culture”, KMB meluncurkan lima produk baru tahun ini, di antaranya Spring Clip, Furing System, Hollow System, Airclade, dan Para Para. 

Langkah ini diharapkan mampu memenuhi beragam kebutuhan pasar, mulai dari rangka atap, plafon, pintu, hingga jendela.

“Pasar semakin kritis, konsumen tidak hanya melihat harga, tapi juga kualitas dan keamanan. Karena itu, kami memastikan semua produk memenuhi SNI, bergaransi, dan memberikan rasa aman bagi pengguna,” jelasnya.

Di semester I/2025, penjualan KMB sudah tumbuh 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan inovasi produk, perluasan cabang, dan peningkatan kapasitas produksi, manajemen KMB optimistis target pertumbuhan 20 persen pada akhir tahun dapat tercapai.

Direktur KMB, Henry Alvino menambahkan, saat ini, total kapasitas produksi KMB telah mencapai 800 ribu ton per tahun. Fasilitas produksi tersebar di Mojokerto, Ungaran, Bogor, Bandung, dan Makassar. 

Henry menambahkan, distribusi produk juga menjadi fokus utama. Dengan 58 kantor cabang yang sudah beroperasi, KMB masih menyiapkan pembukaan 12 cabang baru di beberapa wilayah, termasuk Bima, Sumbawa, dan Singaraja.
(KS-5)

 

Komentar