Demo 3 September, Kadin Jatim: Jaga Stabilitas Politik untuk Dukung Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi

KANALSATU – Menjelang rencana demonstrasi bertajuk “Turunkan Gubernur Khofifah” pada 3 September, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menyampaikan pandangannya.
Menurutnya, kondisi Jawa Timur saat ini menunjukkan pemulihan ekonomi yang kuat dengan kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang efektif dalam mendorong pertumbuhan dan menjaga stabilitas, termasuk dalam menarik investasi.
Adik menyebut Jawa Timur sebagai salah satu provinsi yang pulih paling cepat pasca pandemi Covid-19, dengan tingkat PHK terendah di Pulau Jawa. Ia mengungkapkan bahwa Kadin sering berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk membahas strategi peningkatan ekonomi, khususnya investasi.
Menurutnya, investasi adalah kunci utama bagi keberlanjutan ekonomi di Jawa Timur, karena dari investasi ini akan tercipta lapangan kerja baru, penurunan pengangguran, dan pengentasan kemiskinan.
Selain itu, perdagangan antarprovinsi juga menjadi perhatian serius Pemprov Jatim. Gubernur Khofifah rutin menginisiasi misi dagang yang menjadikan Jawa Timur sebagai pemasok utama kebutuhan pokok ke hampir 20 provinsi lain di Indonesia, memperkuat pasar domestik sekaligus membuka peluang bisnis baru.
Adik juga menyoroti upaya ekspor ke pasar internasional yang terus digalakkan, meskipun kondisi global sedang menantang. Gubernur Khofifah berfokus pada pembukaan pasar baru di luar jalur tradisional secara intensif.
Di sektor sumber daya manusia, Pemprov Jatim bekerjasama dengan Kadin menyesuaikan kurikulum pendidikan vokasi agar kompetensi tenaga kerja selaras dengan kebutuhan industri, tidak hanya di tingkat lokal tapi juga nasional dan global.
Adik menilai bahwa alasan di balik aksi demonstrasi 3 September justru dapat mengganggu stabilitas yang selama ini terjaga dan membawa dampak negatif bagi pemulihan ekonomi yang telah berlangsung.
Meski menghormati hak berekspresi, Kadin mengingatkan agar aspirasi disampaikan secara konstruktif tanpa mengorbankan stabilitas politik yang menjadi perhatian utama investor.
Berdasarkan data resmi, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan II 2025 mencapai 5,23% year-on-year dan 3,09% quarter-to-quarter, tertinggi di Pulau Jawa.
Realisasi investasi semester pertama 2025 juga menunjukkan hasil positif sebesar Rp74,5 triliun, setengah dari target tahun ini dan naik 4% dari tahun lalu. Investasi dalam negeri menjadi kontributor utama dengan Rp51 triliun, sedangkan modal asing mencapai Rp23,6 triliun.
Jawa Timur menempati peringkat ketiga nasional dalam hal investasi dengan kontribusi 8,1% terhadap total nasional dan menyerap lebih dari 130 ribu tenaga kerja. Investor menilai stabilitas politik Jawa Timur sebagai faktor utama meski upah minimum regional tergolong tinggi di wilayah ring 1.
Adik mengingatkan bahwa demonstrasi berpotensi menimbulkan sinyal negatif yang bisa mengganggu iklim investasi. Ia mengajak masyarakat menjaga ketenangan dan stabilitas karena kondisi politik yang aman akan mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan warga Jawa Timur.
(Ks-5)