PLN NP Optimalkan EPC dan FABA untuk Infrastruktur Hijau

PLN Nusantara Power melalui anak usahanya PLN Nusantara Power Construction berhasil melakukan EPC 65 proyek gardu induk dengan total kapasitas 3.320 Mva. Salah satunya Gardu Induk 150 kV Kayu Tangi di Kalimantan Selatan.
Perusahaan ini menghadirkan solusi terpadu, mulai dari jasa Engineering, Procurement, and Construction (EPC) hingga penggunaan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) sebagai material ramah lingkungan yang mendukung sektor konstruksi.
Melalui anak usaha PLN Nusantara Power Construction (NPC), PLN NP menyediakan layanan EPC yang menyeluruh di bidang pembangkit listrik, transmisi, gardu induk, serta program peningkatan ketersediaan sistem kelistrikan (Availability Improvement Program/AIP).
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, PLN NPC telah mengerjakan ratusan proyek strategis, baik di dalam negeri maupun internasional, termasuk proyek pembangkit energi baru terbarukan (EBT) dan proyek East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia.
Rekam jejak PLN NPC mencakup 65 proyek gardu induk dengan kapasitas total 3.320 MVA, 126 proyek transmisi sepanjang lebih dari 3.800 km, 17 pembangkit fosil dengan kapasitas 542 MW, serta 8 pembangkit EBT berkapasitas 28,5 MW.
Selain itu, sejak 2016, PLN NPC berhasil menyelesaikan 113 proyek Availability Improvement yang secara signifikan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan nasional. Keberhasilan internasional juga dicapai lewat EPC dan komisioning pada proyek ECRL, jalur kereta listrik sepanjang 665 km yang mendukung agenda ESG Malaysia.
Selain fokus pada EPC, PLN NP juga mendorong pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan FABA, produk samping dari pembangkit listrik yang telah berstatus non-B3 dan aman digunakan. FABA menawarkan berbagai keuntungan, seperti efisiensi biaya, peningkatan daya tahan konstruksi, dan pengurangan emisi CO?.
Material ini telah digunakan dalam berbagai aplikasi konstruksi, mulai dari campuran semen dan beton siap pakai hingga paving block, serta pondasi jalan dan jembatan. Dengan kapasitas produksi lebih dari 80.000 ton FABA setiap bulan dari 20 pembangkit yang tersebar di seluruh Indonesia, PLN NP siap menjadi mitra andal dalam memenuhi kebutuhan material konstruksi nasional.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan peran perusahaan dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang tidak hanya kuat dan andal, tetapi juga ramah lingkungan.
“PLN Nusantara Power berkomitmen menyediakan energi listrik yang handal sekaligus mendukung konstruksi berkelanjutan. Dengan layanan EPC yang terintegrasi dan pemanfaatan FABA sebagai material ramah lingkungan, kami memastikan pembangunan infrastruktur di Indonesia berjalan sejalan dengan upaya transisi energi bersih,” ujar Ruly.
Langkah strategis PLN NP ini memperkuat posisi perusahaan sebagai mitra utama dalam pembangunan infrastruktur nasional yang tangguh, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperluas peran Indonesia dalam industri konstruksi global. (Ks-5)