Luncurkan Insektisida Efficon, BASF Hadirkan Era Baru Perlindungan Buah dan Sayuran Di Indonesia


KANALSATU — BASF meluncurkan Efficon® Insektisida di Indonesia, sekaligus menandai perkenalan pertama inovasi kimia ini di Asia Tenggara. Peluncuran ini menegaskan komitmen BASF dalam memberdayakan petani Indonesia, sekaligus menjadi inovasi perlindungan tanaman kedua yang diluncurkan pada kuartal ketiga tahun 2025.

Efficon didukung oleh Axalion® Active, inovasi terbaru yang dikembangkan oleh BASF dan dirancang khusus untuk menargetkan organ chordotonal pada hama pengisap dan penusuk.

Produk ini memberikan pengendalian efektif terhadap hama utama seperti kutu putih, kutu sisik, dan kutu kebul—yang dikenal sebagai ancaman paling persisten bagi tanaman seperti jeruk, cabai, dan tomat.

Efficon termasuk dalam kelas kimia yang unik (IRAC grup 36) dengan mode aksi khusus untuk pengendalian efektif hama penusuk dan pengisap pada tanaman jeruk, buah, dan sayuran.

Produk ini mampu mengurangi tekanan hama, melindungi tunas muda, serta mencegah kerusakan fitotoksik—sehingga membantu petani melindungi buah dan sayuran, mengurangi kerugian hasil panen, dan menjaga kesehatan tanaman.

Dengan cara kerja sistemik, Efficon memberikan pengendalian jangka panjang serta memiliki fleksibilitas dalam waktu aplikasi, termasuk pada tahap pertumbuhan akhir di mana tanaman sudah cukup rimbun dan menyulitkan petani dalam mengendalikan hama. Produk ini juga kompatibel dengan berbagai metode aplikasi, seperti penyemprotan pada daun, penyiraman (drenching), irigasi tetes (drip irrigation), maupun penggunaan drone.

“Peluncuran Efficon di Indonesia merupakan tonggak penting bagi bisnis BASF Agricultural Solutions di Asia Tenggara. Hal ini mencerminkan strategi regional kami dalam menghadirkan inovasi terbaru dengan profil keberlanjutan yang menjawab kebutuhan petani yang terus berkembang, sekaligus menjunjung tinggi standar tertinggi dalam pengelolaan yang bertanggung jawab,” ucap Business Management Southeast Asia, BASF Agricultural Solutions Robert Upton.

Menurut BASF Agricultural Solutions Indonesia Jerico Gascon, ada lebih dari setengah juta petani cabai dan tomat di Indonesia. “Demikian pula, puluhan ribu petani jeruk menghadapi serangan kutu sisik yang tidak hanya merusak tunas dan buah muda, tetapi juga menurunkan kualitas hasil dan produktivitas panen. Efficon akan menjadi solusi terobosan bagi para petani ini untuk pada akhirnya membantu meningkatkan hasil panen," ujarnya.

Impor pestisida Indonesia diproyeksikan tumbuh sebesar 4,1% per tahun, dan akan mencapai 24.280 metrik ton pada tahun 2026, mencerminkan meningkatnya kebutuhan negara ini terhadap solusi perlindungan tanaman yang efektif.
(KS-5)
Komentar