Telkomsel, IOH, dan XLSMART Bentuk Telco API Alliance untuk Perkuat Keamanan Digital Nasional

KANALSATU – Tiga operator telekomunikasi besar di Indonesia, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan XLSMART, resmi meluncurkan inisiatif bersama Telco API Alliance, Jumat (19/9/2025). Kolaborasi ini bertujuan mempercepat standardisasi protokol Telco API berbasis standar internasional CAMARA, sehingga integrasi ekosistem operator dengan berbagai aplikasi dapat berlangsung lebih mudah, aman, dan inklusif.
Direktur Planning and Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, menyebut aliansi ini sebagai wujud komitmen membangun ekosistem digital nasional yang berdaya dan berkelanjutan.
Ia menegaskan, Telkomsel akan terus memanfaatkan teknologi terkini untuk melindungi masyarakat dari kejahatan digital sekaligus membuka peluang yang lebih luas di era digital.
Hal senada disampaikan Director and Chief Business Officer IOH, M Danny Buldansyah, yang menilai kolaborasi ini mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional melalui teknologi dan digitalisasi.
Sementara itu, Director & Chief Enterprise Strategic Relationship Officer XLSMART, Andrijanto Muljono, menekankan bahwa langkah ini akan melahirkan inovasi digital yang lebih aman dan inklusif serta memperkuat daya saing industri telekomunikasi Indonesia.
Telco API Alliance secara bertahap akan menghadirkan enam solusi utama yang mayoritas difokuskan pada peningkatan keamanan pelanggan.
Solusi tersebut meliputi fitur pengecekan status keaktifan nomor, validasi perangkat melalui verifikasi jaringan, deteksi aktivitas mencurigakan pada kartu SIM dan pemantauan lokasi perangkat. Lalu verifikasi perubahan kepemilikan nomor agar tidak disalahgunakan, serta analisis jaringan data secara real-time untuk mendeteksi potensi penipuan dalam transaksi bisnis.
Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari GSMA Open Gateway, sebuah kerangka kerja global yang ditandatangani oleh Telkomsel, IOH, dan XLSMART pada Februari 2024.
Melalui kerangka tersebut, para pengembang aplikasi dapat lebih mudah mengakses jaringan operator, yang pada akhirnya akan mempercepat inovasi dan pertumbuhan layanan digital di Indonesia.
(KS-5)