PLN Nusantara Power Dorong Ketahanan Peternakan Lewat Edukasi Biosecurity dan CSR SATRIA PADU di Tuban

KANALSATU – PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan Tanjung Awar-Awar (UPTA) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan kesehatan hewan ternak di masyarakat sekitar.
Salah satu upayanya diwujudkan melalui edukasi dan sosialisasi pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) serta lumpy skin disease (LSD) kepada para peternak di sekitar wilayah kerja, di Gedung Akhlak UPTA, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Kamis (11/9/2025).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi PLN NP dengan Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (GAPUSPINDO), dan diikuti oleh 120 peternak dari wilayah sekitar.
Sosialisasi dimulai dengan kunjungan ke kandang komunal SATRIA PADU (Sentra Edukasi Pertanian dan Peternakan Terpadu), program unggulan CSR PLN NP UPTA yang menjadi pusat pembelajaran peternakan sapi, kambing, dan domba berkelanjutan.
Dr. Pipin Diah Larasati dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Tuban menyampaikan bahwa meskipun kasus PMK dan LSD telah menurun, risiko penyebaran tetap perlu diwaspadai, mengingat Tuban merupakan salah satu sentra utama sapi potong di Jawa Timur. Penerapan biosecurity menjadi langkah penting dalam menjaga keberlangsungan dan produktivitas ternak.
Program SATRIA PADU sendiri telah memberikan dampak signifikan, antara lain peningkatan bobot ternak hingga 4–5 kg per bulan, penyediaan pakan saat musim kemarau, serta pemberdayaan 157 penerima manfaat dari 6 kelompok tani dan ternak.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa ketahanan energi dan ketahanan pangan merupakan dua aspek yang saling mendukung dalam membangun keberlanjutan masyarakat.
“Bagi kami, keberlanjutan tidak hanya terbatas pada sektor energi. Melalui program CSR seperti SATRIA PADU dan edukasi biosecurity, kami ingin memastikan para peternak tetap sehat, produktif, dan mampu mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Ruly.
Masyarakat menyambut baik kegiatan ini karena tidak hanya meningkatkan kesadaran terhadap ancaman penyakit hewan, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan peternak melalui sinergi yang berkelanjutan antara PLN NP dan GAPUSPINDO.
Para peserta mendapat pembekalan dari sejumlah pakar, termasuk Dr. Ir. Hermanto dari Universitas Brawijaya mengenai teknik budidaya sapi serta Ketua GAPUSPINDO, Ir. Didiek Purwanto, yang menekankan pentingnya penerapan biosecurity dalam sistem peternakan. (KS-5)