Dosen UNAIR Dampingi Revitalisasi BUMDes Desa Pandantoyo Berbasis Good Governance dan SDGs Desa

KANALSATU - Tim dosen Universitas Airlangga (UNAIR) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Vokasi menjalankan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Pandantoyo, Kabupaten Kediri.
Fokus kegiatan ini adalah revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berbasis prinsip Good Governance dan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, guna mendorong kemandirian ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan dengan judul “Revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dan UMKM Desa Berbasis Good Governance dan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa untuk Kemandirian Desa Pandantoyo di Kabupaten Kediri” ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan menjadi kampus berdampak UNAIR, khususnya dalam aspek pengabdian masyarakat.
Program ini dirancang untuk memperkuat tata kelola BUMDes Toyo Makmur agar lebih transparan, akuntabel, dan mampu menjadi penggerak utama ekonomi lokal. Kegiatan pendampingan dilaksanakan dalam beberapa tahap, baik daring maupun luring, dengan puncaknya, Sabtu (20/9/2025) di Balai Desa Pandantoyo.
Tiga dosen UNAIR yang terlibat dalam program ini adalah Dina Heriyati, Sigit Kurnianto, dan Yanuar Nugroho. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen akademisi dalam mendukung pemberdayaan desa melalui integrasi antara pengetahuan akademik dan praktik langsung di lapangan.
Judul kegiatan ini dipilih bukan tanpa alasan. “Revitalisasi” dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali serta memperkuat peran BUMDes dan UMKM di Desa Pandantoyo yang selama ini menghadapi tantangan besar dalam hal perencanaan dan tata kelola. Dengan pendekatan berbasis Good Governance, BUMDes diharapkan mampu membangun transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan profesionalisme dalam pengelolaan usaha desa.
Sementara itu, integrasi dengan SDGs Desa menegaskan komitmen bahwa pembangunan desa tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata, melainkan juga keberlanjutan, pemerataan, dan kesejahteraan masyarakat secara holistik.
Dalam pelaksanaannya, tim menemukan dua permasalahan utama yang menghambat optimalisasi peran BUM Desa Toyo Makmur. Pertama, kurangnya perencanaan strategis jangka panjang yang mengakibatkan kesulitan dalam menetapkan tujuan yang terukur serta arah program kerja yang konsisten.
Kedua, kelemahan dalam penyusunan laporan keuangan yang menyebabkan rendahnya tingkat transparansi dan akuntabilitas, serta membatasi akses BUMDes terhadap pendanaan eksternal. Permasalahan ini cukup krusial, karena keduanya berhubungan langsung dengan keberlangsungan dan kepercayaan publik terhadap BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa.
Menjawab tantangan tersebut, kegiatan pengabdian ini menghadirkan dua bentuk solusi utama. Pertama, pendampingan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) lima tahunan, agar BUMDes memiliki arah pengembangan yang jelas, sistematis, dan sesuai dengan kebutuhan lokal.
Kedua, pendampingan penyusunan laporan keuangan berbasis aplikasi SI APIK BI, sebuah aplikasi akuntansi keuangan yang dikembangkan oleh Bank Indonesia untuk memudahkan pelaku usaha, termasuk BUMDes, dalam mencatat transaksi dan menghasilkan laporan keuangan yang akuntabel. Kedua solusi ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis, karena menyasar aspek kelembagaan sekaligus operasional.
Kepala Desa Pandantoyo Dina Istanti mengapresiasi kegiatan ini. "Pendampingan ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membantu perangkat desa menyusun strategi pembangunan ekonomi jangka panjang yang realistis dan berkelanjutan. Harapannya, BUMDes dapat lebih mandiri, akuntabel, serta menjadi motor penggerak UMKM desa," ungkapnya.
Melalui program ini, BUM Desa Toyo Makmur diharapkan dapat bertransformasi menjadi lembaga ekonomi desa yang kuat, transparan, dan berkelanjutan.
Pendampingan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan satu kali, tetapi menjadi pijakan untuk membangun pola tata kelola baru yang bisa terus dijalankan secara mandiri oleh pengelola BUMDes. Menurut tim pengabdian, keberhasilan BUMDes tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari perangkat desa, pengelola UMKM, hingga dukungan perguruan tinggi sebagai mitra akademis.
Universitas Airlangga berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat desa dalam menghadapi tantangan pembangunan, sehingga Desa Pandantoyo dapat mewujudkan kemandirian ekonomi sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal. (KS-5)