Misi Dagang Jatim-Sumsel Sukses Catatkan Transaksi Rp1 Triliun Lebih

KANALSATU – Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Sumatera Selatan sukses mencatatkan transaksi final Rp1.000.055.301.000.
Transaksi yang dihasilkan kali ini meningkat sangat signifikan dibanding capaian transaksi misi dagang di Sumsel sebelumnya pada tahun 2020 sebesar Rp306,55 miliar.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, transaksi ini mencerminkan tingginya minat antar pelaku usaha kedua provinsi.
Oleh karena itu, Gubernur Khofifah optimis misi dagang dapat memperluas pasar, sekaligus memperkuat jejaring konektivitas dan perdagangan antardaerah dalam hal ini antara Jatim dan Sumsel.
“Alhamdulillah misi dagang di Sumatera Selatan kali ini sukses dengan catatan transaksi sebesar Rp1 triliun lebih. Misi Dagang ini terus kita gelar di berbagai daerah di Indonesia untuk membantu pelaku usaha Jatim bertemu pasar yang lebih luas, menguatkan rantai pasok dan hilirisasi produk daerah,” tegas Khofifah.
Produk unggulan Jawa Timur yang mengalir ke Sumatera Selatan antara lain Olahan Unggas, Susu, Daging Ayam, Rokok, Ikan Beku, Gula Merah Tebu, Beras, Kerupuk, Dori Fillet, Mesin Las, Paket Dapur MBG, Sepatu Olahraga, Pembersih Lantai, dan Bibit Bawang Merah dengan transaksi sebesar Rp904.867.201.000.
Sebaliknya, jumlah transaksi Jatim beli komoditi dari Sumatera Selatan sebesar Rp95.188.100.000 antara lain berupa kelapa, veneer kayu, madu dan ayam fillet.
Lebih lanjut ia menyebut pola ini menunjukkan rantai pasok antar provinsi yang saling melengkapi, di mana kebutuhan bahan baku dan produk hilir dapat terpenuhi secara efisien dari kedua sisi.
“Misi dagang ini bukan sekadar transaksi, tetapi momentum strategis untuk memperkuat hilirisasi industri dan meningkatkan daya saing produk Jawa Timur,” ungkap Khofifah.
Ia menambahkan, kerja sama ini menjadi penjalin sinergi yang memperkokoh ketahanan ekonomi antarwilayah sekaligus membuka peluang investasi baru.
Data mencatat, pada 2023 total perdagangan kedua provinsi mencapai Rp10,66 triliun, dengan nilai bongkar Rp9,29 triliun dan muat Rp1,38 triliun. Fakta ini memperlihatkan potensi besar yang terus tumbuh melalui forum misi dagang.
Kinerja ekonomi Jawa Timur sendiri tetap solid. Pada Triwulan II-2025, pertumbuhan ekonomi Jatim tercatat 5,23%, lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,12% dengan total nilai PDRB ADHB pada semester I-2025 mencapai Rp1.668,6 triliun. Kontribusi Jatim mencapai 14,44% PDB nasional dan 25,36% PDRB Pulau Jawa.
Dari sisi perdagangan, Jatim membukukan surplus Rp120,61 triliun pada semester I-2025. Bahkan pada perdagangan antarwilayah nasional tahun 2023, Jatim mencatat surplus terbesar senilai Rp209 triliun.
Sejak 2019 hingga 2025, Pemprov Jatim telah menggelar 43 misi dagang domestik dengan nilai komitmen transaksi Rp17,39 triliun, melibatkan 1.953 transaksi dan 2.812 pelaku usaha. Misi di Palembang ini merupakan penyelenggaraan kedelapan sepanjang 2025.
Untuk memperkuat daya saing, Jatim juga aktif menggarap pasar internasional. Lima misi dagang luar negeri sejak 2022–2024 di Riyadh, Kuala Lumpur, Dili, Hong Kong, dan Osaka membukukan potensi transaksi Rp 1,7 triliun dengan melibatkan 28 pelaku usaha.
Pada 2024, total ekspor Jatim dalam dan luar negeri mencapai Rp1.499,86 triliun, sedangkan impor sebesar Rp1.311,93 triliun. Dengan demikian, neraca perdagangan Jatim surplus Rp187,93 triliun.
“Dengan rantai pasok yang kuat, hilirisasi produk, serta capaian perdagangan domestik dan internasional, Jawa Timur menunjukkan strategi perdagangan yang efektif. Hal ini meningkatkan ketahanan ekonomi sekaligus memperkokoh daya saing produk unggulan di tingkat nasional maupun global,” pungkas Khofifah.
(KS-5)