Melalui Nusantaraversary Green Fest, PLN Nusantara Power Hijaukan Nusantara dengan 16.213 Pohon

KANALSATU – PLN Nusantara Power (PLN NP) memperingati hari jadinya yang ke-30 dengan menggelar Nusantaraversary Green Fest di Taman Wisata Angke Kapuk, Jakarta Utara. Acara ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk menegaskan peran strategisnya sebagai agen penghijauan dan pelestarian lingkungan di Indonesia.

Dalam kegiatan ini, PLN NP menanam ratusan mangrove di area konservasi Angke Kapuk sekaligus menyerahkan donasi 3.000 bibit mangrove kepada Kelompok Tani Hutan binaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Bantuan ini sebagai dukungan nyata terhadap program Giant Sea Wall yang bertujuan melindungi Ibu Kota dari ancaman abrasi dan banjir rob.

Kegiatan penanaman pohon yang dilakukan oleh lebih dari 30 Unit PLN NP di seluruh Nusantara ini berhasil menanam 16.213 pohon di lahan seluas 20 hektare. Potensi reduksi emisi karbon mencapai 486 ton CO? per tahun.

Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa aksi penanaman ini merupakan bentuk komitmen nyata PLN NP terhadap tema HUT ke-30, Pioneering Greener Power.

“Energi hijau tidak hanya dihasilkan dari pembangkit listrik, tetapi juga dari langkah konkret melestarikan bumi. Penanaman mangrove di Green Fest ini adalah warisan hijau yang ingin kami tinggalkan, demi ekosistem pesisir yang lebih kuat dan masa depan generasi mendatang,” ujarnya.

Data menunjukkan, selama tahun 2023–2024, PLN NP telah menanam 324.698 pohon dengan luas lahan 456 hektare, dengan potensi reduksi CO? sebesar 9.741 ton per tahun. 

Sepanjang tahun 2025, subholding PLN (Persero) ini telah menanam 165.725 pohon pada luasan 207 hektare, yang mampu mereduksi CO? hingga 4.972 ton per tahun.

Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq, mengapresiasi langkah PLN NP yang secara konsisten menjalankan aksi penghijauan.

“Terima kasih atas upaya PLN NP yang menginisiasi agenda-agenda lingkungan ini. Tidak hanya pada momentum ulang tahun, tetapi dilakukan secara berkesinambungan. Kolaborasi ini harus makin ditingkatkan untuk mendukung upaya mencapai target net zero emission nasional,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan, Dyah Murtiningsih.

Menurutnya, ekosistem mangrove memiliki kemampuan menyimpan karbon lima hingga delapan kali lebih besar dibanding hutan daratan. Setiap hektare mangrove yang kita rehabilitasi adalah investasi berlipat ganda, bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga ekonomi masyarakat. 

"Apa yang dilakukan PLN NP melalui Green Fest ini menjadi contoh nyata bagaimana BUMN bisa menjadi motor penggerak ekonomi hijau Indonesia,” jelas Dyah.

Selain penanaman pohon di Jakarta, PLN NP juga menjalankan program penghijauan secara masif di seluruh Indonesia. Pada 2024, perusahaan berhasil menanam lebih dari 211.504 pohon di berbagai unit dengan potensi reduksi karbon sebesar 63.345 ton CO? per tahun. 

Sementara di semester I 2025, lebih dari 143.458 pohon berhasil ditanam di area seluas 116 hektare, dengan potensi reduksi mencapai 4.303 ton CO? per tahun.

Upaya penghijauan ini dilakukan PLN NP melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah daerah, kelompok tani hutan, hingga organisasi non-profit seperti WWF. 

Salah satu inisiatif yang mendapat perhatian adalah penanaman pohon di kawasan hulu Sungai Ciliwung pada Mei 2025, yang dilakukan di area rawan longsor dengan kemiringan ekstrem mencapai 75 derajat.
(KS-5)

Komentar