Kadin Jatim Siapkan Standarisasi MBG, Pastikan Keamanan dan Mutu Pangan di Jawa Timur

KANALSATU – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menegaskan komitmennya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Program ini dinilai strategis untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, agar tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi generasi penerus bangsa.

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, menekankan bahwa aspek kebersihan dan tata kelola dapur menjadi faktor vital agar program berjalan aman. Menurutnya, pengolahan makanan yang tidak higienis berpotensi menimbulkan kontaminasi hingga keracunan. 

Karena itu, pengelola dapur dituntut memiliki pemahaman mendalam mengenai standar keamanan pangan serta ditopang SDM bersertifikat.

“Untuk mencegah risiko, para tenaga kerja yang terlibat harus memiliki keahlian dan sertifikasi sesuai bidangnya agar dapat bekerja secara profesional,” ujarnya saat Sosialisasi dan Penyamaan Persepsi Satuan Pengelola Program Gizi (SPPG) di Surabaya.

Melalui Kadin Institute, Kadin Jatim aktif menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan bagi pengelola dapur MBG di 38 kabupaten/kota. Langkah ini dilakukan untuk menyamakan persepsi, meningkatkan kompetensi, sekaligus mempersiapkan skema pendampingan yang tepat di tiap daerah.

Kepala BRIDA Jatim, Andriyanto, yang hadir sebagai narasumber, menegaskan pentingnya penerapan tiga jenis sertifikasi. Pertama, lembaga penyedia makanan harus terstandarisasi. Kedua, aspek food handling dan keamanan pangan wajib mengacu pada sistem HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points). 

Ketiga, chef atau juru masak harus memiliki sertifikat keahlian.

“HACCP adalah sistem berbasis sains yang memastikan seluruh proses produksi makanan, dari bahan baku hingga siap saji, bebas kontaminasi. Dengan tujuh prinsip HACCP, makanan yang disajikan benar-benar aman dikonsumsi,” jelasnya.

Selain aspek keamanan, penyusunan menu juga disesuaikan dengan kebutuhan gizi penerima manfaat, mulai anak sekolah, remaja, hingga lansia. 

Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang menekankan pentingnya pangan aman, bergizi, dan sesuai nilai budaya maupun keyakinan masyarakat.

Direktur Kadin Institute, Nurul Indah Susanti, menambahkan, Kadin Jatim bersama empat lembaga sertifikasi profesi—Pesona Indonesia, Rajawali Hospitality, serta LSP Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan—akan menggelar sertifikasi untuk pengelola jasa boga, juru masak, dan food handler secara bertahap mulai bulan ini.

“Kami ingin menjadikan Jawa Timur sebagai pilot project nasional dalam tata kelola dapur sehat dan bergizi. Dengan sinergi antara pemerintah, Kadin, dan lembaga sertifikasi, kami optimistis pelaksanaan Program MBG berjalan aman, terukur, dan berdampak nyata pada peningkatan gizi generasi muda,” pungkas Nurul.
(KS-5)

Komentar