Kunker di Jatim, Komisi VI DPR RI Soroti Industri Gula dan Ketahanan Pangan

KANALSATU – Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan Kunjungan Kerja Reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026 di Jawa Timur. Provinsi ini dipilih karena dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional sekaligus sentra utama industri gula di Indonesia.

Fokus kunjungan kerja ini adalah memperkuat ketahanan pangan dan mencari solusi atas tantangan serius yang dihadapi industri gula, terutama terkait penyerapan hasil panen petani.

Dalam rapat bersama pemangku kepentingan, Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus pimpinan rombongan, M. Sarmuji, menegaskan adanya persoalan serius yang menghambat serapan gula petani. Menurutnya, peredaran gula rafinasi yang seharusnya hanya untuk kebutuhan industri masih banyak merembes ke pasar konsumsi.

“Kalau kuota impor gula rafinasi melebihi kebutuhan industri, pasti terjadi kebocoran ke pasar konsumsi. Inilah yang membuat gula petani sulit terserap. Perhitungannya harus transparan agar tidak menimbulkan masalah baru,” ujar Sarmuji.

Ia menambahkan, pengendalian impor rafinasi harus dilakukan secara cermat agar pasar dalam negeri tetap sehat dan gula lokal terserap optimal.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga ekosistem industri gula.

“Dukungan yang kami butuhkan antara lain pengendalian rembesan rafinasi, offtake gula petani melalui CPP Gula, serta penetapan harga acuan musiman tetes untuk menjaga stabilitas harga. Selain itu, pembebasan PPh 22 atas pembelian gula petani juga sangat penting agar buffer serapan gula berjalan optimal,” jelas Mahmudi.

Melalui kunjungan ini, Komisi VI DPR RI menegaskan komitmennya memperjuangkan kebijakan yang lebih tepat sasaran demi melindungi industri gula rakyat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Jawa Timur sebagai sentra gula terbesar di Indonesia diharapkan dapat menjadi barometer keberhasilan kebijakan pangan nasional, khususnya dalam mendukung kesejahteraan petani dan menjaga ketersediaan gula bagi masyarakat.

Kunjungan ini juga dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan Kementerian BUMN Faturohman serta Director of Plantation & Agriculture Danatara Mohammad Abdul Ghani. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan pemerintah dan pelaku usaha dalam menghadapi tantangan industri gula nasional.
(KS-5)

Komentar