Industri WaralabaTerus Tumbuh, IFBEX 2025 Hadirkan Peluang Emas bagi Investor dan UMKM di Surabaya

(Kiri-kanan) CEO PT Myevent Promosindo Asia, Karen Wiraraharja bersama Franchise Expert sekaligus Ketua Umum HIKPI (Himpunan kemitraan dan peluang usaha indonesia) Djoko Kurniawan saat pers conference International Franchise and Business Exchange Expo (IFBEX) 2025, Selasa (7/10/2025)

KANALSATU - Industri waralaba di Indonesia terus menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan rata-rata 5 persen per tahun dan omzet nasional mencapai Rp143,25 triliun pada 2024.

Sektor ini bukan hanya menjadi ladang investasi menjanjikan, tapi juga mampu menyerap hampir 98 ribu tenaga kerja, menjadikannya sebagai motor baru perekonomian nasional.

?Data Kementerian Perdagangan RI menunjukkan bahwa persebaran bisnis waralaba masih terpusat di Pulau Jawa, khususnya Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Barat.

Sementara bidang usaha yang paling banyak diwaralabakan adalah makanan dan minuman sebesar 47,92 persen, diikuti ritel, pendidikan nonformal, kecantikan, laundry, dan sektor lainnya.

Menyambut momentum ini, Surabaya kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang franchise terbesar di Jawa Timur, yakni International Franchise and Business Exchange Expo (IFBEX) 2025, yang akan digelar pada 28–30 November 2025 di Surabaya Convention Center (SCC), Pakuwon Mall.

Lebih dari sekadar ajang promosi, IFBEX 2025 hadir sebagai platform strategis untuk memperkuat ekosistem franchise, kemitraan usaha, lisensi, dan solusi bisnis ritel. CEO PT Myevent Promosindo Asia, Karen Wiraraharja, menegaskan bahwa IFBEX bertujuan menjembatani kebutuhan investor dengan brand potensial yang siap ekspansi.

“Kami ingin mendorong pertumbuhan ekonomi melalui model bisnis yang berkelanjutan. IFBEX adalah ruang bertemunya pelaku usaha, calon mitra, dan investor dalam satu ekosistem,” ujar Karen saat peluncuran resmi IFBEX 2025 di Surabaya, Selasa (7/10).

Acara ini menargetkan lebih dari 35.000 pengunjung, serta menghadirkan 105 brand nasional dan regional dari berbagai sektor—makanan dan minuman, ritel, kecantikan, pendidikan nonformal, laundry, dan lainnya.

IFBEX 2025 juga akan menghadirkan sesi edukatif seperti kompetisi wirausaha muda, mentoring bisnis, serta networking session. Hal ini sejalan dengan komitmen penyelenggara dalam membentuk pengusaha baru yang paham aspek legalitas, sistem kemitraan, hingga strategi pertumbuhan.

Ketua Umum HIKPI dan pakar waralaba, Djoko Kurniawan, mengingatkan pentingnya literasi dalam memilih bisnis. “Banyak pelaku usaha belum memahami perbedaan antara franchise dan kemitraan. Franchise punya aturan dan izin khusus dari Kementerian Perdagangan. Saat ini, baru sekitar 200 brand yang mengantongi izin resmi,” jelasnya.

Djoko juga menekankan bahwa banyak produk lokal seperti bakso, rujak cingur, atau pecel Madiun berpotensi jadi brand nasional jika dikelola profesional melalui sistem waralaba.

Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, mengapresiasi gelaran ini sebagai upaya mendorong tumbuhnya wirausaha baru. “Idealnya, Indonesia memiliki minimal 8 persen wirausaha dari jumlah penduduk. Saat ini baru sekitar 4 persen. Ini tantangan sekaligus peluang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa Jawa Timur sebagai pusat logistik Indonesia Timur melayani 19 provinsi, sehingga memiliki posisi strategis dalam pengembangan usaha baru. “Kami terus dorong masyarakat, khususnya anak muda, untuk tidak hanya mencari kerja, tapi menciptakan kerja,” tegasnya.

“Yang penting bukan hanya bisa memulai bisnis, tapi tahu cara mengelola dan mengembangkannya,” kata Adik Dwi.

IFBEX 2025 diorganisasi oleh PT Myevent Promosindo Asia, bekerja sama dengan Himpunan Kemitraan dan Peluang Usaha Indonesia (HIKPI), Kadin Jawa Timur, APTIKNAS, dan DK Consulting Group. Acara ini juga didukung oleh Kementerian Perdagangan RI, Dinas Koperasi & UKM Jawa Timur, Bursa Efek Indonesia (IDX), dan komunitas CEO Jatim.

Selain pameran, IFBEX 2025 akan dimeriahkan dengan kompetisi pengusaha muda, kampanye artis, live music, hingga program pelatihan intensif. Kegiatan ini turut melibatkan lembaga keuangan seperti BRI dan mitra pendamping usaha yang berperan aktif dalam edukasi kewirausahaan. (KS-5)

Komentar