Ekspor Kopi Jatim Capai Rp 1,64 Triliun, Pemerintah Dorong Nilai Tambah Lewat Roasting Premium

KANALSATU – Kinerja ekspor kopi Jawa Timur menunjukkan tren positif di awal 2025. Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, nilai ekspor komoditas unggulan ini dari Januari hingga April mencapai USD 99,5 juta atau setara Rp 1,64 triliun.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Jatim, Erivina Lucky Kristian, menjelaskan bahwa capaian tersebut menegaskan besarnya potensi kopi Jatim di pasar global.
“Negara tujuan ekspor utama meliputi kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia. Sebagian besar produk yang dikirim masih berupa green bean atau biji kopi mentah,” ujarnya, Rabu (15/10).
Untuk meningkatkan nilai tambah, pemerintah provinsi tengah mendorong pengembangan sektor roasting dan hilirisasi kopi melalui pembinaan dan pelatihan bagi pelaku industri kecil menengah (IKM). “Dengan peningkatan mutu roasting, ekspor kopi Jatim diharapkan naik signifikan dan mampu bersaing di pasar global,” tambahnya.
Jawa Timur tercatat sebagai empat besar produsen kopi nasional, dengan luas areal tanam mencapai 122.623 hektare dan produksi 78.688 ton per tahun. Sekitar 86 persen ekspor kopi dari Pulau Jawa dikirim melalui pelabuhan di Jatim, dengan kontribusi hampir 48 persen dari total produksi kopi Jawa.
Sentra utama kopi Jatim antara lain Bondowoso dengan produk unggulan Java Ijen Raung Coffee, Jember sebagai pusat penelitian kopi dan kakao (Puslitkoka), serta wilayah Malang, Pasuruan, Lumajang, Situbondo, dan Banyuwangi.
Selain kopi, Jatim juga mencatatkan ekspor unggulan di sektor peternakan. Pada periode Januari–April 2025, ekspor ayam hidup ke Singapura mencapai USD 100 ribu atau sekitar Rp 1,67 miliar, terdiri dari ayam bibit (breeding fowl) jenis Gallus domesticus.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya memperkuat daya saing produk ekspor daerah melalui diversifikasi pasar, peningkatan kualitas, dan penguatan kapasitas pelaku usaha agar mampu bersaing di pasar global. (KS-5)