Event Lari Nasional Dongkrak Ekonomi Surabaya

KANALSATU – Gelaran Surabaya ISOPLUS Marathon 2025 tak hanya menghadirkan euforia olahraga, tetapi juga membawa dampak ekonomi nyata bagi Kota Pahlawan. Dari total hampir 9.000 peserta, lebih dari separuh atau 56% berasal dari luar Surabaya. 

Hal ini menciptakan efek berantai pada sektor perhotelan, kuliner, hingga transportasi.

Menurut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat sekaligus Plt. Kadiskominfo Kota Surabaya Muhammad Fikser, lonjakan peserta dari luar kota berimbas langsung pada ekonomi lokal.

“Tingkat okupansi hotel di kawasan pusat kota mencapai 100% selama minggu pelaksanaan. Selain hotel, restoran, usaha oleh-oleh, dan penyedia jasa transportasi juga menikmati dampak positifnya,” ujar Fikser, Minggu (19/10/2025).

Ia menambahkan, kontribusi event seperti ISOPLUS Marathon menjadi bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi Surabaya yang kini mencapai 5,7%, didorong sektor pariwisata dan kegiatan berbasis komunitas.

Pemkot Surabaya juga mendukung penuh kesiapan infrastruktur. Beberapa ruas jalan di rute utama lari diperbaiki dan diaspal ulang jauh sebelum hari pelaksanaan agar nyaman digunakan pelari.

“Kita ingin ini menjadi rute tetap dan berstandar. Warga akan terbiasa kalau nanti ada event serupa, rute ini akan digunakan kembali,” jelasnya.

Sementara itu, Joshua Gunawan dari WINGS Group Indonesia menilai dukungan pemerintah kota dan antusiasme masyarakat membuat Surabaya menjadi tuan rumah ideal bagi event berskala nasional.

“Terima kasih kepada Pemkot Surabaya atas kolaborasinya. Tahun lalu kami hanya menghadirkan kategori Half Marathon, sekarang Full Marathon resmi digelar di Surabaya. Antusiasme pelari luar biasa — tahun ini Surabaya diikuti 9.000 peserta, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Dengan keberhasilan Surabaya ISOPLUS Marathon 2025, kota ini semakin memantapkan diri sebagai destinasi sport tourism unggulan. 

Sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri menunjukkan bahwa event olahraga kini tak hanya menjadi sarana promosi kesehatan, tetapi juga penggerak ekonomi lokal dan kebanggaan kota.

(KS-5)

Komentar