CSR Pertamina di Jambangan Jadi Inspirasi Pemberdayaan Lingkungan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Ekoriparian Geblak Jambangan yang merupakan salah satu CSR unggulan Pertamina.

KANALSATU – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengikuti kegiatan Susur Sungai Surabaya sebagai simbol kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

Salah satu lokasi yang menjadi tujuan adalah Kampung Ekoriparian Geblak Jambangan, program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) dari PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Surabaya yang telah berjalan sejak 2019.

Program ini tetap menjadi salah satu inisiatif CSR unggulan Pertamina di Jawa Timur bahkan menarik perhatian hingga tingkat internasional. Hal ini terlihat dari berbagai kunjungan studi dan rencana kedatangan universitas asal Thailand (Negeri Gajah Putih) pada Desember mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur meninjau Instalasi Pengolahan Air Sungai (IPAS) — inovasi warga binaan Pertamina yang mampu mengolah air Sungai Surabaya agar lebih bersih dan layak digunakan.

“Inovasi seperti IPAS yang dikembangkan Pertamina bersama masyarakat Jambangan ini patut diapresiasi, karena dapat memanfaatkan air sungai menjadi air bersih bagi warga sekitar,” ujar Khofifah.

Kampung Ekoriparian Geblak Jambangan menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara masyarakat dan perusahaan. Berbagai inovasi lahir di kawasan ini, seperti Gerakan Balik Kanan (Geblak) untuk menjaga kebersihan sungai.

Kemudian ada Bank Sampah Girli dalam pengelolaan sampah, serta pemberdayaan perempuan melalui badan usaha batik eco-print “Simama” (Srikandi Makmur Bersama). Selain itu, terdapat pula Green Café yang memanfaatkan area bantaran sungai sebagai ruang publik hijau.

Pendidikan lingkungan juga dikembangkan melalui Sekolah Aliran Sungai, dengan dukungan energi terbarukan dari Desa Energi Berdikari yang menggunakan tenaga surya untuk mengoperasikan IPAS. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat ekonomi sirkular masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kembali nilai-nilai humanis di sekitar sungai.

Meski pendampingan langsung dari CSR Pertamina IT Surabaya telah selesai, program ini kini berjalan mandiri dan dikelola sepenuhnya oleh warga. Pertamina tetap melakukan monitoring berkala untuk memastikan keberlanjutan dan konsistensi semangat kolaborasi.

Menurut Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi, keberhasilan Kampung Ekoriparian sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di bidang lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

“Program Ekoriparian Geblak Jambangan membuktikan bahwa inisiatif berbasis masyarakat dapat terus hidup bahkan setelah fase pendampingan selesai. Bagi kami, keberhasilan CSR bukan diukur dari lamanya program berjalan, tetapi dari kemandirian masyarakat dan kemampuannya menjadi inspirasi bagi daerah lain,” ungkap Ahad.

Sementara itu, Mujiono, Ketua RT sekaligus local hero Pertamina, menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Pertamina telah mendampingi kami sejak awal. Melalui program ini kami bisa mengembangkan alat IPAS dan membuat lingkungan kami lebih bersih. Kehadiran Ibu Gubernur memberi kami semangat baru untuk terus menjaga sungai,” ujarnya.

Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina terus memperkuat komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, sejalan dengan semangat “Energi untuk Kehidupan.”

“Pertamina akan terus menghadirkan program CSR yang berkelanjutan dengan fokus pada kemandirian masyarakat dan pelestarian lingkungan. Kami percaya, energi terbaik adalah energi yang memberi manfaat bagi kehidupan banyak orang,” tutup Ahad Rahedi. (KS-5)
Komentar