Kejari Target Inklusi Keuangan Nasional, OJK Buka FinExpo di Surabaya

KANALSATU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kelompok Kerja Inklusi Keuangan (Pokja Inklusi Keuangan) membuka puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 dengan kegiatan Financial Expo (FinExpo) 2025 di Tunjungan Plaza 6, Surabaya, Kamis (23/10/2025).
Kegiatan FinExpo menjadi bagian penting dari upaya OJK memperluas akses keuangan masyarakat secara aman dan legal, sekaligus memperkuat kontribusi sektor jasa keuangan terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK Mohammad Ismail Riyadi, menegaskan bahwa kegiatan ini berperan strategis dalam mencapai target inklusi keuangan nasional sebesar 91% pada 2025 dan 98% pada 2045, sebagaimana tercantum dalam RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029.
Ia menambahkan, hasil survei nasional menunjukkan bahwa indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 80,71%, dan jika memperhitungkan produk asuransi sosial seperti BPJS, angka tersebut bisa menembus 92%.
Namun, tingkat literasi keuangan masyarakat masih berada di angka 65,46%, menunjukkan perlunya peningkatan pemahaman publik terhadap produk dan risiko keuangan.
Dari sisi daerah, Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Yunita Linda Sari, menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong peningkatan akses keuangan melalui kerja sama dengan PUJK dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
“Kami terus memperluas akses keuangan melalui program seperti Satu Pelajar Satu Rekening dan Kredit Melawan Rentenir, yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di berbagai kabupaten/kota,” ungkap Yunita.
OJK Jatim juga secara rutin menyelenggarakan festival keuangan daerah seperti Jatim Inklusi Festival (JIF), yang telah berlangsung tiga kali sejak 2022. Selain itu, edukasi publik terus diperkuat melalui media sosial dengan program Bincang Edukasi OJK setiap Selasa sore.
“Inklusi keuangan bukan hanya soal akses, tetapi juga pemahaman. Karena itu, literasi masyarakat menjadi kunci agar mereka tidak terjebak pada praktik keuangan ilegal,” tambah Yunita.
Gelaran ini melibatkan sinergi lintas lembaga, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha jasa keuangan (PUJK).
“FinExpo 2025 merupakan hasil kolaborasi seluruh pelaku industri keuangan yang didukung penuh oleh OJK. Tidak hanya untuk promosi produk, tetapi juga untuk menciptakan masyarakat yang cerdas mengelola keuangan,” ujar Senior Advisor Bank Central Asia sekaligus Ketua Panitia FinExpo 2025, Wani Sabu.
Sementara itu, Wakil Ketua FinExpo dari PT Pegadaian, Yudi Sadono menyampaikan bahwa FinExpo tidak hanya menghadirkan layanan lembaga keuangan, tetapi juga talkshow edukatif, kompetisi, games interaktif, hingga hadiah utama berupa mobil listrik di hari penutupan.
FinExpo 2025 digelar serentak di area Tunjungan Plaza 1, 2, 3, dan 6, 23-26 Oktober 2025. Acara ini melibatkan berbagai pelaku industri keuangan konvensional maupun syariah, regulator, komunitas, UMKM, serta pemerintah daerah.
Programnya meliputi edukasi, konsultasi, pameran produk, dan pembukaan akses keuangan.
Melalui tema “Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, OJK menegaskan komitmennya menghadirkan ekosistem keuangan yang inklusif, berintegritas, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
OJK juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan momentum BIK 2025 untuk memperoleh informasi dan layanan keuangan yang legal, aman, dan diawasi oleh OJK.
(KS-5)