GoPay Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Literasi dan Akses Permodalan Digital

Keterangan foto (ki-ka): Certified Financial Planner Cokro Gunawan, Growth Sr Manager GoPay Pinjam Modal Berly Ramanda Saputra dan Head of Compliance Findaya Rinaldi Rizki dalam acara UMKM Surabaya Pintar Bareng GoPay.

KANALSATU — Menyadari pentingnya literasi keuangan dan akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), GoPay bersama Findaya kembali menghadirkan program edukasi keuangan bertajuk “Pintar Bareng GoPay” di Surabaya, Kamis (23/10/2025). 

Program ini menjadi wadah pembelajaran bagi 100 pelaku UMKM untuk memahami pengelolaan keuangan usaha dan mengenal berbagai solusi permodalan digital yang aman dan transparan.

Pintar Bareng GoPay membekali para peserta dengan keterampilan dasar seperti mencatat arus kas, memahami risiko dan manfaat pinjaman, hingga menentukan waktu yang tepat untuk mengajukan pembiayaan usaha. 

Para pelaku UMKM juga diperkenalkan pada ekosistem keuangan digital GoPay yang dapat membantu mereka mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

“Banyak UMKM memiliki potensi besar, tetapi masih kesulitan mengelola keuangan usaha dan memanfaatkan akses pembiayaan. Melalui program ini, kami ingin membantu mereka memahami dasar-dasar finansial dan menggunakan layanan keuangan digital secara bijak,” ujar Head of Corporate Affairs GoPay, Audrey P. Petriny.

Audrey menegaskan, ketika UMKM naik kelas, daya saing ekonomi Indonesia juga ikut meningkat. 

Dalam sesi edukasi, Certified Financial Planner Cokro Gunawan Widjaja, menekankan pentingnya kesiapan sebelum mengajukan pinjaman produktif. Menurutnya, usaha yang siap mengakses pembiayaan adalah yang memiliki arus kas stabil dan rencana penggunaan dana yang jelas.

“Utang bisa menjadi alat pertumbuhan bila digunakan secara produktif, misalnya untuk menambah stok, membeli peralatan, atau memperluas pasar. Kuncinya adalah mindset, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam mengelola serta membayar pinjaman,” ujarnya.

Program ini juga menjadi bentuk dukungan GoPay terhadap upaya pemerintah memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, sektor UMKM berkontribusi lebih dari 60% terhadap PDB nasional dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja. 

Namun, hanya sebagian kecil pelaku usaha yang memiliki akses pembiayaan formal. Melalui pendekatan edukatif seperti Pintar Bareng GoPay, diharapkan pelaku UMKM semakin memahami manfaat literasi finansial dan siap memanfaatkan peluang digital.

Selain memberikan edukasi keuangan, GoPay juga terus memperluas akses layanan pembiayaan berbasis teknologi yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Lewat fitur seperti GoPay Pinjam Modal, pelaku UMKM dapat memperoleh dana usaha secara mudah, transparan, dan aman. Inovasi ini menjadi salah satu upaya konkret mendukung target inklusi keuangan nasional sebesar 91% pada 2025 sebagaimana ditetapkan oleh OJK.

Sejak diluncurkan pada 2019, Pintar Bareng GoPay telah menjangkau jutaan masyarakat Indonesia melalui format daring dan luring. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan GoPay untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan di berbagai daerah, sejalan dengan agenda Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang diinisiasi OJK.

GoPay dan Findaya menegaskan komitmen mereka untuk terus membuka akses edukasi finansial bagi UMKM—sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
(KS-5)

Komentar