Lewat “Insecurity Uncovered”, Wulan Guritno Ajak Perempuan Berdamai dengan Ketidaksempurnaan

KANALSATU — Aktris senior Wulan Guritno tampil berbeda dari biasanya. Dalam acara “Insecurity Uncovered” yang digelar di Four Seasons Hotel Jakarta, Wulan dengan berani melangkah ke atas panggung tanpa riasan sedikit pun.
Momen itu bukan sekadar penampilan, tetapi juga pernyataan—tentang kejujuran, penerimaan diri, dan perjalanan panjangnya melawan jerawat serta luka emosional yang menyertai.
Selama lebih dari dua dekade, Wulan berjuang menghadapi jerawat hormonal dan bekas luka di wajah yang datang dan pergi tanpa bisa diprediksi. Di balik pesonanya di layar kaca, ia menyimpan pergulatan pribadi yang tak banyak diketahui publik.
“Masalah jerawat ini sudah saya alami sejak muda. Kadang hilang, tapi sering muncul lagi. Dulu rasanya sulit sekali untuk percaya diri,” ungkapnya dengan jujur.
Nama Wulan Guritno selama ini identik dengan kecantikan dan aura awet muda. Namun, sejak penampilannya di film Norma viral di media sosial, sebagian warganet mulai menyoroti kondisi kulitnya yang tampak memiliki bekas jerawat. Alih-alih tersinggung, Wulan justru menanggapinya dengan tenang.
“Saya baca semua komentar. Dan jujur, saya menghargai setiap perhatian—even yang datang lewat kritik. Saya sadar, banyak yang sebenarnya peduli. Kalau saya bisa menghadapi ini dengan tenang, mungkin saya juga bisa bantu perempuan lain untuk nggak merasa harus sempurna,” ujarnya.
Selama bertahun-tahun, Wulan mencoba berbagai perawatan kulit di dalam dan luar negeri. Namun hasilnya tak selalu permanen. Hingga akhirnya, ia menemukan pendekatan yang lebih fokus pada kesehatan kulit jangka panjang bersama ZAP Premiere.
Setelah menjalani lima sesi perawatan, kondisi kulitnya kini membaik hingga 70 persen.
“Tapi yang paling penting bukan hasil di kulitnya, melainkan perubahan di dalam diri. Saya mulai merasa nyaman dan percaya diri tampil tanpa makeup,” tutur ibu tiga anak ini.
Dalam peluncuran kampanye Insecurity Uncovered bersama ZAP Premiere, Wulan melakukan aksi simbolik: menghapus makeup di depan tamu undangan dan media. Aksi itu menjadi momen penuh makna—simbol penerimaan diri dan ajakan bagi perempuan lain untuk berhenti menuntut kesempurnaan.
“Bagi saya, keberanian bukan soal terlihat sempurna, tapi berani jujur pada diri sendiri. Kalau saya bisa melalui ini dan tetap merasa cukup, saya yakin banyak perempuan lain juga bisa,” tegasnya.
Melalui kampanye ini, Wulan berharap semakin banyak perempuan yang berani mengakui ketidaksempurnaan mereka, tanpa rasa malu. Karena menurutnya, healing sejati dimulai dari kejujuran dan solidaritas sesama perempuan.
Wulan bukan satu-satunya. Menurut ZAP Beauty Index 2024, 48,8% wanita milenial di Indonesia menyebut bekas jerawat sebagai masalah kulit utama mereka, bahkan lebih tinggi dari kerutan atau tanda penuaan
“Acne Scar Tidak Bisa 100 persen sembuh — tapi bisa ditangani dengan strategi yang tepat. Scar healing bukan sekadar tindakan tapi proses yang emosional,” jelas VP Medical ZAP Group, dr. Dara Ayuningtyas.
(KS-5)