Diduga Karena Pertalite, Motor Warga Brebet: Bengkel Ramai Tangani Keluhan Serupa

Salah satu bengkel di Gresik banyak melayani keluhan warga yang mesin sepeda motornya brebet setelah diisin Pertalite.

KANALSATU – Fenomena motor “brebet” atau tersendat saat dikendarai tengah marak dikeluhkan warga di berbagai daerah di Jawa Timur. Setelah ramai di Lamongan dan Tuban, kini kasus serupa juga dialami sejumlah pengguna motor di Gresik dan Surabaya.

Salah satu warga Gresik, Ahmad Tauriq, menceritakan bahwa motor Honda Beat miliknya tiba-tiba brebet setelah anak perempuannya mengisi bahan bakar jenis Pertalite di salah satu SPBU kawasan Kepatihan, Selasa (28/10/2025).

“Sejak kemarin diisi Pertalite, motornya langsung brebet. Pagi tadi mau dipakai ke sekolah malah makin parah,” ujarnya.

Karena khawatir, Ahmad akhirnya membawa motornya ke bengkel terdekat. Hasil pemeriksaan menunjukkan filter bensin berwarna hitam pekat. Menurut mekanik, hal itu diduga disebabkan oleh kandungan ethanol dalam Pertalite yang memengaruhi sistem pembakaran.

“Mekanik bilang ini gara-gara ethanol. Filter dan busi harus diganti, bensin dikuras dan dibersihkan. Mereka menyarankan ganti ke Pertamax supaya tidak terulang,” jelas Ahmad.

Biaya perbaikan yang ia keluarkan mencapai sekitar Rp105 ribu. Ia juga mengaku baru kali ini mengalami masalah, padahal sudah menggunakan Pertalite sejak membeli motor tersebut pada Maret 2023.

“Selama ini aman-aman saja. Baru kali ini motor brebet seperti ini,” tuturnya.

Keluhan Ahmad bukan satu-satunya. Menurut pengakuan mekanik di bengkel yang sama, dalam dua hari terakhir sudah ada sekitar 30 motor yang mengalami gejala serupa.

“Kebanyakan memang pakai Pertalite semua. Kalau tetap dipakai, katanya bisa kejadian lagi,” ujar sang mekanik.

Fenomena ini membuat banyak warga resah. Kasus motor brebet yang diduga akibat campuran ethanol berlebih dalam Pertalite kini menjadi perhatian di berbagai daerah di Jawa Timur. 

Warga berharap ada penjelasan resmi dan langkah cepat dari pihak berwenang agar masalah ini tidak semakin meluas. (KS-5)

Komentar