Cegah Banjir dan Puting Beliung, SIER Perkuat Sistem Drainase dan Mitigasi Risiko

KANALSATU - Menghadapi intensitas hujan yang semakin tinggi di berbagai wilayah Jawa Timur, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), anggota Holding BUMN Danareksa, memperkuat langkah antisipatif untuk mencegah potensi bencana seperti banjir dan angin puting beliung.
Sejak Agustus lalu, sejumlah program mitigasi risiko telah dijalankan untuk memastikan kawasan industri tetap aman dan aktivitas para tenant berjalan lancar.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT SIER sekaligus Direktur Keuangan, Administrasi, dan Manajemen Risiko, Rizka Syafittri Siregar, menegaskan bahwa SIER berkomitmen menjaga keberlanjutan kawasan dengan memperkuat kesiapsiagaan infrastruktur menghadapi musim hujan.
“Kami telah menyiapkan berbagai langkah strategis, baik perbaikan internal maupun kolaborasi dengan para pemangku kepentingan di sekitar kawasan,” ujar Rizka.
Langkah-langkah tersebut meliputi pembersihan dan perbaikan saluran air, serta pemasangan U-ditch dan box culvert di Jalan Berbek Industri I, III, dan IV yang kini telah rampung. Pekerjaan serupa juga sedang berlangsung di Jalan Rungkut Industri III sisi timur untuk memperlancar aliran air hujan dan mencegah genangan di area rawan.
Selain itu, SIER telah membangun dua pintu air di Rungkut Industri III sisi barat dan timur serta menambah pompa di sejumlah titik strategis. Di kawasan Berbek Industri, rumah pompa yang baru selesai dibangun juga dipastikan berfungsi optimal saat curah hujan tinggi.
Upaya lain dilakukan melalui pendalaman waduk 2 dan 3 di Jalan Rungkut Industri IV untuk meningkatkan kapasitas tampung air hujan. “Waduk dan saluran menjadi elemen penting dalam sistem pengendalian air kawasan. Dengan pengerukan, kapasitasnya meningkat dan aliran air lebih lancar,” tambah Rizka.
Tidak hanya itu, SIER juga bersinergi dengan PT HM Sampoerna dan Pemkot Surabaya untuk membersihkan eceng gondok di sungai perbatasan Kali Tambak Oso agar aliran air ke arah sungai tetap lancar.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, perantingan pohon di Jalan Raya Industri dan Berbek (arah Tol Juanda) dilakukan untuk mengurangi risiko tumbangnya pohon akibat hujan lebat dan angin kencang.
“Kesiapan menghadapi musim hujan menjadi prioritas kami, mengingat padatnya aktivitas di kawasan industri. Sejak awal, berbagai langkah mitigasi telah kami lakukan sebagai wujud komitmen menjaga keberlanjutan dan keselamatan lingkungan kerja,” ungkap Rizka.
Rizka juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk memastikan kawasan industri tetap tangguh menghadapi cuaca ekstrem.
“Kami telah bersiap dan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan kerja agar kawasan industri tetap aman, nyaman, dan produktif di tengah musim hujan,” tutupnya.
(KS-5)