390 Ribu Siswa Ikuti TKA 2025, Disdik Jatim Tegaskan Ujian Tak Tentukan Kelulusan

KANALSATU – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menggelar Tes Kompetensi Akademik (TKA) tahun 2025 bagi siswa SMA sederajat, yang diikuti oleh lebih dari 390 ribu peserta dari 4.323 sekolah, termasuk program Paket C.
Ujian berbasis komputer ini digelar secara serentak di seluruh daerah dengan dua kelompok mata pelajaran, yakni wajib dan pilihan.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menuturkan bahwa pelaksanaan TKA menjadi langkah penting untuk menilai kemampuan akademik siswa secara objektif dan terukur, bukan sekadar berdasarkan nilai rapor.
“Selama ini prestasi siswa sering hanya dilihat dari rapor, padahal belum tentu mencerminkan kemampuan sebenarnya. Melalui TKA, kita bisa memperoleh gambaran nyata tentang kompetensi akademik mereka,” ujarnya di Surabaya, Senin (3/11).
Aries menambahkan, hasil TKA juga akan digunakan sebagai dasar pemetaan mutu pendidikan antarwilayah di Jawa Timur, sehingga pemerintah dapat menentukan strategi peningkatan kualitas belajar secara lebih tepat sasaran.
“Data dari TKA akan membantu kami mengetahui daerah mana yang butuh penguatan, baik dalam hal pembelajaran maupun infrastruktur pendidikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Aries menjelaskan bahwa TKA bukan merupakan penentu kelulusan siswa, melainkan menjadi salah satu instrumen penting dalam seleksi masuk perguruan tinggi, khususnya jalur prestasi. “Untuk jalur tanpa tes, hasil TKA akan menjadi indikator tambahan penilaian kelayakan akademik,” jelasnya.
Terkait munculnya petisi penolakan TKA di sebagian kalangan masyarakat, Aries menilai hal itu sebagai dinamika wajar dalam penerapan kebijakan baru. “Pro dan kontra pasti ada, tapi kami sudah melakukan simulasi dan gladi berkali-kali. Secara umum, sekolah-sekolah menyambut baik pelaksanaan TKA,” tegasnya.
Dengan pelaksanaan TKA secara serentak ini, Pemprov Jawa Timur berharap sistem evaluasi pendidikan dapat semakin transparan, adil, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran di seluruh daerah.
(KS-9)