Rieke Diah Pitaloka Dorong Kolaborasi Nasional Menuju Kemandirian Gula dan Energi Tebu

Kunjungi PG Gempolkrep, Mojokerto

KANALSATU  — Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kemandirian industri gula nasional dan mengembangkan energi berbasis tebu. Hal ini disampaikan saat kunjungan kerjanya ke Pabrik Gula (PG) Gempolkrep, unit usaha PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Dalam kunjungan tersebut, Rieke mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam mengatasi persoalan penyerapan gula petani yang sempat terhambat. 

Ia mengungkapkan, sekitar 100 ribu ton gula petani sebelumnya belum terserap, namun kini telah mendapat solusi melalui koordinasi lintas kementerian dan dukungan langsung Presiden RI Prabowo Subianto.

“Terima kasih Pak Prabowo yang merespons cepat persoalan ini. Berkat koordinasi dengan Komisi IV DPR RI dan dukungan Ibu Titiek Soeharto, akhirnya disetujui anggaran sekitar Rp1,5 triliun dari kas negara untuk menyerap gula petani,” ujar Rieke.

Dana tersebut digunakan untuk menugaskan dua BUMN pangan, yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), agar membeli gula petani yang sempat belum terserap.

Selain itu, Rieke juga menyambut baik kebijakan penghapusan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen atas penjualan gula petani, yang dinilainya sebagai langkah nyata untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

“Terima kasih kepada Kang Purbaya yang memperjuangkan penghapusan PPh ini. Kebijakan ini bentuk keberpihakan pada petani dan produksi dalam negeri,” tambahnya.

Lebih jauh, Rieke menyoroti pentingnya pengembangan produk turunan tebu, terutama molases (tetes tebu), yang memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri makanan, farmasi, kosmetik, dan energi baru terbarukan seperti etanol.

“Selama ini kita hanya melihat tebu sebagai sumber gula. Padahal, molases juga sangat berharga. Dari bahan ini bisa dihasilkan etanol, yang penting untuk mendukung program E10 pada 2027,” jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak — pemerintah, BUMN, akademisi, dan petani — untuk bergandengan tangan dalam mewujudkan swasembada gula sekaligus kemandirian energi tebu nasional.

“Perjuangan kita bukan hanya soal swasembada gula, tetapi juga Save Molases Nasional. Mari kita dukung langkah Presiden Prabowo yang sangat memperhatikan keberlangsungan industri gula Indonesia,” tegas Rieke.

PG Gempolkrep sendiri merupakan salah satu pabrik strategis SGN yang tengah menjalani transformasi dan modernisasi untuk meningkatkan efisiensi produksi, kualitas rendemen, serta memperkuat kemitraan dengan petani di Jawa Timur.

Kunjungan Rieke menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara DPR RI, pemerintah, dan BUMN pangan dalam mengakselerasi kemandirian industri gula dan energi tebu nasional, menuju kedaulatan pangan Indonesia.
(KS-5)

Komentar