SGN Pamerkan Produk Konsumen hingga Varietas Tebu Unggul di Sugarex Indonesia 2025

KANALSATU – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) tampil sebagai salah satu peserta utama yang menarik perhatian dalam ajang Sugarex Indonesia 2025 yang digelar 12–13 November 2025 di Dyandra Convention Center Surabaya.
Perusahaan sub-holding gula PTPN III (Persero) ini menampilkan rangkaian produk konsumen serta inovasi riset yang dirancang untuk mendorong produktivitas tebu nasional dan memperkuat modernisasi industri gula.
Dalam pameran tersebut, SGN membawa sejumlah produk konsumsi unggulan. Di antaranya adalah Gula Nusakita 1 kg yang dikenal akan kualitasnya yang tinggi dan higienis, Gula Nusakita Bulky yang menyasar kebutuhan industri dan food service, serta Gula Nusakita Stick yang praktis digunakan oleh hotel, kafe, dan restoran.
SGN juga memperkenalkan produk mollase (tetes) yang digunakan sebagai bahan baku industri dengan tingkat kemurnian yang stabil.
Selain produk konsumsi, SGN menampilkan inovasi terbaru dari Pusat Penelitian Tebu. Inovasi tersebut mencakup pupuk hayati dan vermikompos yang mampu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus efisiensi penyerapan nutrisi. SGN juga memperkenalkan pengembangan varietas bibit tebu unggul 4T yang dirancang untuk menghasilkan produktivitas tinggi dan ketahanan optimal.
Varietas NX04 hadir dengan produktivitas tinggi, batang besar, pertumbuhan cepat, resistensi terhadap penyakit, serta kemampuan beradaptasi di berbagai kondisi lahan. Sementara itu, varietas NX01 menawarkan produktivitas tinggi dengan ketahanan spesifik terhadap hama dan penyakit tertentu.
Lalu, Varietas SGN01 menjadi pusat perhatian karena mampu menghasilkan hingga 120 ton tebu per hektare dengan rendemen tinggi, tahan terhadap hama, memiliki pertumbuhan optimal, serta kadar kemanisan yang bertahan lama. Varietas ini juga adaptif pada lahan aluvial dan regosol.
Manager Inovasi, Riset & Kerjasama Pusat Penelitian Tebu SGN, Alfarina Kardiana Sari, menyampaikan bahwa varietas yang dikembangkan pihaknya mendapat sambutan positif pada Sugarex Indonesia 2025.
“Satu varietas yang kami lepas tahun ini adalah SGN01. Varietas tebu ini memiliki potensi produksi sekitar 130 ton per hektare serta rendemen di atas 10, sehingga sangat kompetitif,” ujarnya.
Ajang Sugarex Indonesia 2025 menghadirkan lebih dari 80 peserta dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Jerman, India, Korea, dan Tiongkok. Pameran ini bukan hanya menjadi etalase inovasi, tetapi juga wadah kolaborasi antara penyedia teknologi global, pabrik gula, asosiasi, serta lembaga riset untuk mempercepat modernisasi industri gula nasional.
Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menekankan bahwa percepatan transformasi digital dan adopsi teknologi Industri 5.0 menjadi kunci menuju industri pergulaan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
“Industri gula harus segera bertransformasi. Pemanfaatan teknologi digital dan prinsip Industri 5.0 bukan lagi pilihan, tetapi keharusan,” tegasnya. Ia menambahkan, sebagai provinsi yang menyumbang 50 persen produksi gula nasional, modernisasi industri gula di Jawa Timur akan berdampak langsung terhadap ketahanan pangan Indonesia.
Kehadiran SGN dalam Sugarex Indonesia 2025 menegaskan komitmennya dalam mendorong inovasi, memperkuat kemitraan, dan mempercepat transformasi industri gula nasional.
Melalui riset unggul, produk berkualitas, serta penerapan teknologi modern, SGN terus berperan dalam mewujudkan industri gula Indonesia yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mendukung ketahanan pangan jangka panjang.
(KS-5)