Dari Inflasi hingga Digitalisasi, Jatim Susun Strategi Ekonomi 2026

KANALSATU - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Bank Indonesia memperkuat komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, mempercepat digitalisasi, dan menjaga inflasi tetap stabil. 

Langkah ini ditegaskan dalam High Level Meeting TPID, TP2DD, dan TPZ2ED se-Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Selasa (25/11/2025), dihadiri Gubernur Jawa Timur, Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, serta 38 bupati dan wali kota.

Pertemuan strategis ini menyatukan tiga agenda utama yaitu pengendalian inflasi, percepatan digitalisasi, dan percepatan pertumbuhan ekonomi. Seluruh pihak sepakat bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci menjaga ketahanan ekonomi Jawa Timur di tengah ketidakpastian global.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional sekaligus barometer stabilitas harga dan digitalisasi di Indonesia. Ia menekankan bahwa pencapaian tersebut membutuhkan kolaborasi berkelanjutan dan eksekusi konsisten sesuai peta jalan pembangunan daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menambahkan bahwa BI berkomitmen menjaga tiga pilar utama: stabilitas harga, percepatan digitalisasi, dan sinkronisasi kebijakan pertumbuhan. 

“Dengan menjaga stabilitas, efisiensi, dan pertumbuhan, kita bukan hanya mengelola Jawa Timur, tetapi juga mengamankan masa depan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Sebagai langkah memperkuat pengendalian inflasi, pertemuan ini turut meluncurkan Dashboard TPID Jawa Timur untuk mempermudah monitoring dan evaluasi kebijakan daerah. 

Menjelang Natal dan Tahun Baru, TPID dan pelaku usaha juga menyepakati sejumlah quick wins, termasuk peningkatan produktivitas hortikultura dengan benih unggul, intensifikasi pasar murah dan penyaluran Beras SPHP, pengawasan stok dan harga bersama Satgas Pangan, serta pemantauan harga harian melalui SISKAPERBAPO dan platform daerah.

Pada sisi digitalisasi, TP2DD menyetujui tiga langkah percepatan: penguatan sinergi pemprov dan pemkab/pemkot terkait opsen pajak untuk kemandirian fiskal, optimalisasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah, serta perluasan infrastruktur digital melalui program Jatim Internet and Connectivity (Infinity).

Atas capaian inflasi yang terkendali serta kinerja digitalisasi yang dinilai sangat baik, Gubernur Jawa Timur memberikan apresiasi kepada sembilan kabupaten/kota dan sembilan OPD yang menorehkan kinerja terbaik. 

Ke depan, Pemprov Jatim, Bank Indonesia, TPID, TP2DD, TPZ2ED, dan pelaku usaha menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berkelanjutan dan berdaya tahan, sejalan dengan visi “Gerbang Baru Nusantara”.
(KS-5)

Komentar