PT Dok Pantai Lamongan Bangun PLTS 626 kWp, Efisiensi Energi Capai 20%

KANALSATU – PT Dok Pantai Lamongan (DPL) memperkuat komitmen lingkungan dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 626 kWp atau setara 500 kVA. Pemanfaatan energi surya ini diproyeksikan mampu menekan penggunaan listrik hingga 20% dari total kebutuhan operasional perusahaan.
Direktur Development Business PT DPL, Zacharias Santoso, menyebut pembangunan PLTS ground mounted ini merupakan langkah strategis untuk mendukung penerapan prinsip ESG serta mengurangi emisi karbon di industri galangan kapal. Ia menegaskan bahwa DPL ingin menjadi motor inovasi energi bersih di sektor maritim nasional.
“Implementasi PLTS ini bukan hanya pencapaian penting bagi perusahaan, tetapi juga bagi industri galangan kapal Indonesia. Kami ingin menjadi lokomotif industri yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujarnya saat peresmian PLTS di Lamongan, Selasa (25/11/2025).
Selain PLTS, perusahaan juga memperluas program Go Green melalui penghijauan kawasan operasional, termasuk penanaman pohon dan perluasan area taman sebagai upaya menjaga kualitas udara dan kelestarian lingkungan.
Untuk mendukung keberlanjutan sosial, PT DPL juga menjalankan berbagai program CSR mulai dari pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan hingga pelestarian lingkungan. Seluruh inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan menuju industri maritim yang lebih bertanggung jawab.
Komitmen energi terbarukan yang dijalankan PT DPL mendapat apresiasi dari Kementerian Perindustrian.
Kepala Tim Kelompok Kerja Industri Maritim, Sungkono, menyatakan bahwa transformasi menuju energi ramah lingkungan di galangan kapal merupakan langkah penting bagi pembangunan industri maritim nasional.
“Kami mengapresiasi manajemen PT DPL yang sudah menginisiasi pemanfaatan PLTS sebagai bentuk transformasi energi bersih. Kami akan terus mendorong galangan kapal lain di seluruh Indonesia untuk mengikuti langkah ini,” ujar Sungkono.
Kemenperin memastikan dukungannya terhadap penggunaan energi terbarukan di sektor maritim sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing industri dan mempercepat transisi energi nasional.
(KS-5)