Rakerda REI Jatim Jadi Ajang Konsolidasi Pengembang Hadapi 2026

KANALSATU – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Realestat Indonesia (REI) Jawa Timur menjadi momentum penting bagi pelaku industri properti untuk menyusun strategi menghadapi tahun 2026. Di tengah melemahnya daya beli dan ketidakpastian regulasi tata ruang, forum ini diharapkan mampu menjadi ruang konsolidasi untuk menghidupkan kembali geliat sektor properti di wilayah setempat.

Ketua DPD REI Jawa Timur, Mochamad Ilyas, menyampaikan bahwa Rakerda tahun ini difokuskan pada penguatan kolaborasi antar pengembang. Ia menilai sinergi menjadi kunci untuk menghadapi berbagai hambatan, mulai dari perubahan RTRW, lambannya pembebasan lahan, hingga tingginya biaya pengembangan proyek.

“Rakerda ini adalah kesempatan untuk menyamakan langkah. Kita perlu strategi yang lebih solid agar industri properti bisa bangkit pada 2026,” kata Ilyas saat membuka Rakerda REI Jatim di Surabaya, Selasa (26/11/2025).

Meski mengapresiasi kebijakan pemerintah seperti perpanjangan PPNDTP hingga 2027 dan peningkatan kuota FLPP, Ilyas menilai dampaknya masih belum terasa signifikan. 

Karena itu, ia menekankan perlunya kerja bersama untuk mempercepat eksekusi proyek perumahan, khususnya bagi segmen menengah dan menengah bawah.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan pentingnya forum Rakerda sebagai wadah dialog antara pengembang, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, masukan dari industri sangat dibutuhkan untuk memperbaiki berbagai kebijakan yang menghambat.

“Rakerda seperti ini sangat strategis karena menjadi ruang untuk menyampaikan tantangan nyata di lapangan,” ujar Emil.

Ia menyebut salah satu persoalan utama adalah ketidakpastian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), yang sering kali berubah sehingga mempengaruhi kelayakan proyek. 

Namun Emil menekankan bahwa di sisi lain, pemerintah juga harus menjaga ketersediaan lahan pangan sebagai bagian dari mandat nasional.

Di tengah dinamika tersebut, Rakerda REI Jatim juga menjadi panggung apresiasi bagi pelaku industri. Pada tahun ini, REI Jatim meraih Rekor MURI atas pemberian 84 penghargaan sekaligus kepada tokoh dan insan properti yang dinilai berkontribusi besar bagi sektor tersebut.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang turut hadir, menyatakan komitmen Pemkot Surabaya untuk mendukung pengembang yang ingin mengembangkan produk hunian maupun komersial. “Saya berharap Rakerda ini melahirkan gagasan baru. Surabaya siap bersinergi,” ujarnya.
(KS-5)

Komentar