Dua Bintang Muda Bersinar di Seri Penutup IJG Premier League 2025


KANALSATU - Seri terakhir IJG Premier League 2025 kembali menghadirkan energi kompetitif yang seru namun tetap berbalut suasana hangat khas komunitas golf junior. 

Setelah sukses menggelar “2025 JKC Turnamen Junior Golf” di Royale Golf Club pada Oktober lalu, duel penutup musim ini berlangsung di Senayan Golf Club, Jakarta, pada 21–23 November dan mempertemukan 73 pegolf muda berbakat berusia 5–18 tahun.

Turnamen yang juga menjadi ajang perebutan poin World Amateur Golf Ranking (WAGR) untuk kategori 13–18 tahun ini diikuti peserta dari berbagai provinsi dan negara seperti China, India, hingga Inggris. 

Format permainan tetap menantang: 54 holes untuk kategori senior junior, dan 36 holes untuk kelompok usia 5–12 tahun.

Sejak hari pertama, sejumlah nama langsung mencuri perhatian—Rama Oksha Aridya, Fadhlan Azzam Atmajah, Asara Sawhney, hingga Elevania Nurfasha tampil konsisten. 

Di kategori usia lebih muda, persaingan tak kalah sengit lewat permainan stabil Albidzar Syehan Rayendra dan Claire Lie Kusuma. 

Suasana turnamen makin semarak ketika Freya Julia Daviana Simarmata mencetak Hole-In-One di hole #13, sebuah momen yang langsung jadi bahan perbincangan di area clubhouse.

Memasuki putaran final dengan langit mendung, para atlet tetap menunjukkan fokus dan mental kuat. Papan klasemen akhirnya tak banyak bergeser. 

Fadhlan Azzam Atmajah menutup permainan dengan total 210 pukulan (3-over-par), sementara Asara Sawhney memastikan gelar lewat 219 pukulan (12-over-par). Keduanya keluar sebagai Best Gross Overall dan membawa pulang Piala Bergilir IJG Premier League 2025, sekaligus mengukuhkan posisi mereka di daftar WAGR Ranked.

Sekretaris Umum Indonesian Junior Golf, Indra Saiful, memberikan apresiasi kepada peserta, orang tua, pelatih, dan seluruh tim yang membuat rangkaian Premier League sepanjang tahun berjalan mulus. Gelaran ini juga menjadi dasar penentuan IJG Order of Merit, yang melahirkan para penerima predikat Player of The Year 2025.

Indra menyebut, selain aspek kompetitif, turnamen ini memberi dampak sosial yang kuat. Pertemuan antar keluarga atlet, akademi, hingga komunitas golf memperkaya proses pembinaan, sementara interaksi antar peserta dari berbagai negara menambah wawasan mengenai gaya bermain dan budaya olahraga global.

Ia menambahkan, banyak atlet menunjukkan kematangan teknik dan konsistensi pukulan yang makin stabil—sebuah sinyal positif bagi masa depan golf junior Indonesia yang berkembang pesat beberapa tahun terakhir.

Dengan berakhirnya seri penutup IJG Premier League 2025, Indonesian Junior Golf kembali meneguhkan dirinya sebagai wadah pembinaan elit bagi talenta muda, membuka jalan bagi generasi pegolf Indonesia untuk bersaing di level internasional dengan percaya diri dan karakter yang kuat.
(KS-5)


Komentar