Kadin Optimistis: Ekonomi Jatim 2026 Melesat, PDRB Diprediksi Tumbuh 5,3%

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto

KANALSATU - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menilai fondasi ekonomi provinsi ini semakin kokoh menjelang 2026. Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, menyebut bahwa tahun depan Jawa Timur memasuki fase pertumbuhan yang lebih kuat, dengan proyeksi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 5,3%—selaras dengan outlook nasional Bank Indonesia.

Menurut Adik, optimisme itu bertumpu pada konsumsi yang tetap solid, kenaikan realisasi investasi, dan membaiknya kinerja ekspor. Tren pertumbuhan PDRB Jatim bahkan terus menanjak sejak kontraksi pandemi pada 2020, dan kini bergerak kembali mendekati level pra-pandemi.

“Konsumsi domestik masih kuat, investasi naik, dan ekspor membaik. Kombinasi ini menjadi motor yang membawa Jatim pada lintasan pertumbuhan yang lebih stabil,” ujarnya.

Inflasi 2026 diperkirakan tetap berada pada rentang sehat, yakni 2%–3%, sehingga daya beli masyarakat terjaga. Meski begitu, Adik mengingatkan potensi kenaikan harga pangan menjelang hari raya, seperti telur, minyak goreng, dan tarif angkutan.

“Secara umum inflasi Jatim tetap terkendali dan tidak akan mengganggu daya beli masyarakat,” tambahnya.

Kadin memproyeksikan realisasi investasi tahun depan akan melampaui capaian 2025. Dukungan Proyek Strategis Nasional seperti pembangunan jalan tol, pengembangan kawasan industri, hilirisasi smelter, hingga promosi investasi yang gencar dinilai menjadi pendorong utama.

“Dengan kemudahan perizinan dan berbagai insentif, investasi 2026 kami perkirakan tumbuh moderat namun stabil, terutama di sektor manufaktur yang menjadi motor utamanya,” kata Adik.

Semester I-2025 saja, realisasi investasi di Jatim sudah menembus Rp74,6 triliun atau tumbuh 4,1% (yoy). Kontribusinya terhadap investasi nasional sebesar 7,9%, menjadikan Jatim tetap sebagai salah satu tujuan utama investor.

Ekspor Semakin Menggeliat

Kinerja ekspor diprediksi tetap positif tahun depan, didukung pemulihan negara mitra dagang dan efek hilirisasi. Sepanjang 2025, ekspor barang dan jasa Jatim tumbuh 6,9%–7,2%, menjadikannya salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan dari sisi permintaan.

Jatim juga kembali mempertegas posisi sebagai pengekspor perikanan terbesar nasional, dengan komoditas andalan seperti udang dan tuna. Pada 2022, ekspor perikanan provinsi ini mencapai 381 ribu ton, tertinggi di Indonesia.

Selain sektor perikanan, ekspor Jatim juga ditopang produk manufaktur seperti makanan olahan, bahan kimia, tekstil, hingga produk logam.

Di sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2026 diperkirakan terjaga di kisaran 3,5%–4%, seiring pertumbuhan ekonomi yang konsisten di atas 5%. Namun, tantangan peningkatan kualitas SDM terutama di kalangan lulusan SMK dan perguruan tinggi masih menjadi catatan penting.

Link-and-match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri pun menjadi agenda prioritas agar pertumbuhan ekonomi benar-benar inklusif.

Adik menegaskan bahwa tiga tahun terakhir menunjukkan tren positif yang konsisten. Fondasi ekonomi yang solid, konsumsi yang stabil, harga yang terkendali, penurunan kemiskinan, serta arus investasi yang terus meningkat menjadi modal besar bagi Jawa Timur dalam menyongsong 2026.

“Jawa Timur berada di jalur yang tepat menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” tutupnya.
(KS-5)

Komentar