Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Program TAMASYA di Surabaya dan Tuban

KANALSATU – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengasuhan anak usia dini melalui Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA). 

Program ini hadir di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kualitas layanan Tempat Penitipan Anak (TPA), kebutuhan stimulasi tumbuh kembang, hingga upaya percepatan penurunan stunting.

Program TAMASYA difokuskan pada peningkatan kapasitas pengasuh serta penyediaan sarana stimulasi tumbuh kembang. Inisiatif ini dijalankan secara terintegrasi di berbagai wilayah operasional, termasuk Integrated Terminal (IT) Surabaya dan Fuel Terminal (FT) Tuban. 

Langkah Pertamina ini juga sejalan dengan arahan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang menekankan pentingnya penguatan pengasuhan sejak usia dini.

Pada Sabtu (22/11), IT Surabaya menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengasuh TPA yang diikuti pengasuh dari 40 TPA di Kota Surabaya. 

Pertamina berkolaborasi dengan DP3APPKB Kota Surabaya, menghadirkan materi terkait Konvensi Hak Anak (KHA) dan Pengasuhan Positif. Peserta juga diajak memahami penerapan metode pengasuhan yang aman, tepat, dan ramah anak melalui studi kasus.

Integrated Terminal Manager Surabaya, Jefri Marsal, menegaskan pentingnya peran pengasuh dalam pembentukan karakter generasi masa depan. “Kami berharap peningkatan kompetensi ini memberi dampak berkelanjutan bagi masyarakat, terutama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pertamina menyerahkan Alat Permainan Edukatif (APE) dan alat pemantauan tumbuh kembang kepada TPA Bung Karno sebagai dukungan fasilitas pengasuhan. 

Perwakilan DP3APPKB Surabaya, dr. Atiek Tri Arini, mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas layanan TPA.

Penguatan Program TAMASYA berlanjut di FT Tuban pada Selasa (25/11) melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban. Kedua pihak melakukan penandatanganan MoU sebagai dasar pelaksanaan pelatihan peningkatan kapasitas pengasuh di berbagai TPA wilayah Tuban.

Fuel Terminal Manager Tuban, Rahmad Febriadi, menegaskan bahwa pengasuhan berkualitas adalah investasi jangka panjang. “Pertamina percaya bahwa masa depan dimulai dari lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak-anak,” ujarnya.

Pertamina FT Tuban juga menyerahkan APE sebagai sarana pendukung stimulasi tumbuh kembang. Harsono, Kepala Bidang Dinkes P2KB Kabupaten Tuban, menyampaikan bahwa kolaborasi ini turut memperkuat layanan TPA agar sesuai standar kesehatan dan perkembangan anak.

Salah satu peserta, Arina Sadida dari TPA Al-Azhar, mengatakan pelatihan ini memberikan wawasan baru. “APE yang diberikan sangat membantu kami memberikan stimulasi yang lebih tepat kepada anak-anak,” ujarnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa Program TAMASYA merupakan kontribusi Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat fondasi pengasuhan anak usia dini. 

“Surabaya dan Tuban menjadi contoh bagaimana sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan komunitas dapat memberi manfaat langsung bagi keluarga,” ujarnya.

Melalui program TAMASYA, Pertamina Patra Niaga berupaya membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga serta kontribusi sosial di berbagai wilayah operasional perusahaan. (KS-5)

Komentar