BI Jatim Sebut Ekonomi 2025 Tetap Solid, Sinergi Kebijakan Jadi Kunci Pertumbuhan

KANALSATU – Bank Indonesia Jawa Timur menegaskan bahwa perekonomian regional tetap menunjukkan ketahanan yang kuat sepanjang 2025, didorong oleh sinergi kebijakan yang terjalin antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan otoritas moneter.
Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, M. Noor Nugroho, menyampaikan bahwa ekonomi Jawa Timur pada triwulan III-2025 tumbuh 5,22% (yoy) dan diperkirakan berada pada kisaran 4,79–5,59% hingga akhir tahun, dengan inflasi tetap terkendali pada level 2,52%.
Ia menambahkan bahwa Jawa Timur terus menjadi kontributor terbesar kedua nasional dengan daya saing yang terjaga.
"Optimisme konsumen, kuatnya penjualan ritel, serta stimulus pemerintah diyakini akan memperkuat pertumbuhan pada 2026 yang diproyeksikan meningkat ke kisaran 4,82–5,69 persen," kata Noor dalam Pertemuan Tahunan BI di Surabaya, Jumat (28/11/2025).
Dalam forum tersebut, BI Jatim juga menegaskan bahwa percepatan ekonomi daerah akan ditempuh melalui kolaborasi yang mencakup akselerasi investasi, penguatan industri, penguatan UMKM, optimalisasi pengelolaan keuangan daerah, perluasan digitalisasi sistem pembayaran, serta pengendalian inflasi, yang semuanya diarahkan untuk mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.
Optimisme Nasional: Pertumbuhan 2025–2027 Diproyeksikan Lebih Tinggi
Pada forum nasional PTBI 2025, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan keyakinan bahwa perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih tinggi dalam tiga tahun mendatang.
Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada di kisaran 4,7–5,5%, kemudian meningkat menjadi 4,9–5,7% pada 2026, dan kembali menguat ke rentang 5,1–5,9% pada 2027.
Perry menjelaskan bahwa proyeksi tersebut ditopang konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, peningkatan investasi, serta kinerja ekspor yang masih terjaga di tengah perlambatan ekonomi global.
Inflasi juga diprakirakan tetap terkendali di kisaran sasaran 2,5±1% berkat konsistensi kebijakan moneter dan fiskal yang saling mendukung, serta penguatan program ketahanan pangan nasional.
"Perekonomian Indonesia tetap harus mewaspadai sejumlah tantangan global, seperti kebijakan tarif Amerika Serikat yang masih berlanjut, perlambatan ekonomi dunia, tingginya suku bunga dan beban utang negara-negara maju, risiko di sistem keuangan global, serta maraknya penggunaan aset kripto dan stablecoin yang diterbitkan oleh swasta," tutur Perry.
Bank Indonesia memastikan bahwa pada 2026 bauran kebijakan akan tetap diarahkan menjaga stabilitas moneter, namun tetap memberi ruang untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi.
Kebijakan moneter akan difokuskan untuk menjaga stabilitas, sementara kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk memperkuat momentum pertumbuhan.
Upaya tersebut akan diperkuat dengan percepatan pendalaman pasar uang dan pasar valas sesuai BPPU 2030 demi meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan, pengembangan pasar sekunder berstandar internasional, serta penyediaan instrumen pembiayaan yang lebih beragam bagi perekonomian nasional.
Di saat yang sama, program pengembangan ekonomi-keuangan inklusif, termasuk pembiayaan UMKM dan penguatan ekonomi syariah, akan terus diperluas.
Presiden Prabowo Subianto, dalam arahannya pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025, menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap peran Bank Indonesia yang dinilainya mampu menjaga stabilitas perekonomian sekaligus mendorong pertumbuhan.
Presiden menekankan bahwa Indonesia harus percaya pada kekuatan sendiri dan tidak bergantung pada negara lain. Menurutnya, kebijakan harus dirumuskan secara tenang dan dijalankan dengan penuh keyakinan agar mampu memberikan solusi cepat bagi masyarakat.
Tema PTBI 2025, “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan,” dinilai selaras dengan arah pembangunan nasional.
Jawa Timur Raih Penghargaan TP2DD Terbaik 2025
Dalam gelaran PTBI 2025 di Surabaya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan TP2DD Terbaik 2025 untuk wilayah Jawa–Bali, sebagai bentuk apresiasi terhadap kemajuan digitalisasi keuangan daerah.
Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Jatim, Dr. MHD. Aftabuddin RZ, menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai provinsi penyumbang PDB terbesar kedua nasional dan sekaligus sebagai lumbung pangan nusantara.
Ia menyebut bahwa keberadaan pelabuhan internasional, bandara, jaringan tol, dan kawasan industri yang saling terhubung telah membentuk ekosistem ekonomi yang kuat dan menjadi simpul penting bagi pertumbuhan kawasan timur Indonesia.
(KS-5)