Surabaya Jadi Puncak Livin’ Fest 2025, Bank Mandiri Perkuat Akselerasi Ekonomi Kerakyatan

KANALSATU – Bank Mandiri menutup rangkaian Livin’ Fest 2025 dengan menghadirkan gelaran terbesar kedua tahun ini di Grand City Convex Surabaya pada 11–14 Desember 2025.
Setelah berkeliling di sembilan kota—Jakarta, Bandung, Medan, Semarang, Makassar, Palembang, Denpasar, dan lainnya—Surabaya menjadi titik penutup dengan skala acara yang semakin besar dan partisipasi UMKM yang dominan.
RCEO Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3, M. Ashidiq Iswara, menegaskan bahwa Livin’ Fest dirancang sebagai ekosistem yang menyatukan UMKM, industri kreatif, layanan finansial, hingga hiburan dalam satu wadah terintegrasi.
“Kami ingin kehadiran Bank Mandiri memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM. Harapannya, festival ini dapat mengakselerasi perekonomian kerakyatan di Jawa Timur,” ujarnya di Surabaya, Jumat (5/12/2025).
Livin’ Fest Surabaya menghadirkan 400 tenant, menjadikannya gelaran terbesar kedua setelah Jakarta. Dari jumlah tersebut, sekitar 300 merupakan UMKM binaan maupun mitra Bank Mandiri yang menampilkan produk kuliner, fashion, kriya, kecantikan, hingga gaya hidup.
Selain area UMKM, Bank Mandiri juga menghadirkan Government Hub, yang menyediakan layanan publik dari Polri, Imigrasi, Disdukcapil, dan Direktorat Jenderal Pajak.
Pengunjung dapat mengurus SIM, paspor, dokumen kependudukan, hingga layanan perpajakan—sebuah fasilitas yang jarang hadir dalam sebuah expo komersial.
Untuk memudahkan kebutuhan lain, festival juga menggandeng agen perjalanan, serta 62 pengembang properti dan 35 dealer otomotif dengan fasilitas test drive untuk kendaraan roda empat dan roda dua.
Sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-27 Bank Mandiri, berbagai promo spesial dihadirkan di festival ini. Mandiri KPR dan Mandiri Auto menghadirkan suku bunga mulai 1,27% untuk tenor 1 tahun, serta cashback hingga Rp2,7 juta. Sementara itu, pembukaan Tabungan Multi Currency memberikan kesempatan berlibur ke Jepang.
Bank Mandiri menargetkan transaksi produk KPR dan KKB di Surabaya mencapai Rp500–600 miliar selama penyelenggaraan festival.
Menurut Ashidiq, keberadaan Livin’ Fest tidak hanya memunculkan transaksi langsung di lokasi, tetapi juga menciptakan snowball effect bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. “Secara rutin kegiatan seperti ini mampu menggerakkan ekonomi daerah, menjadikan Bank Mandiri sebagai salah satu penggerak ekonomi Jatim,” tegasnya.
Bank Mandiri menargetkan 40.000–60.000 pengunjung selama empat hari penyelenggaraan, sekaligus menghadirkan pengalaman festival yang memadukan transaksi, hiburan, layanan publik, dan pemberdayaan UMKM dalam satu ruang besar.
“Livin’ Fest adalah panggung kolaborasi untuk menyatukan UMKM, industri kreatif, dan solusi finansial dalam semangat Sinergi Majukan Negeri,” tutup Ashidiq.
Aplikasi Livin’ Jadi Tulang Punggung Digital
Seluruh layanan di Livin’ Fest terintegrasi dengan Livin’ by Mandiri, aplikasi super (beyond super app) yang kini memiliki 35,1 juta pengguna, tumbuh 27% year-on-year. Frekuensi transaksinya meningkat 25% YoY, sementara nilai transaksi mencapai Rp3.220 triliun hingga September 2025.
Integrasi ini memungkinkan pengunjung mengakses transaksi finansial hingga fitur keberlanjutan seperti Livin’ Planet untuk carbon offsetting.
Livin’ Fest 2025 disusun bukan hanya sebagai ruang transaksi, tetapi juga ruang hiburan keluarga. Pengunjung dapat menikmati deretan musisi nasional seperti Yura Yunita, Parade Hujan, Jono Joni, Coldiac, dan The Marloes.
Sementara Livin’ Run Fest yang menggelar kategori 10K, 5K, dan 2,7K family run telah sold out dengan total 5.000 pelari, termasuk 1.000 peserta kategori 10K. Selain itu, Sportfest menghadirkan kompetisi basket 3-on-3 yang diminati peserta muda.
Bank Mandiri juga menghadirkan program Mandiri Looping for Life bekerja sama dengan Pable, menawarkan aktivitas kreatif berbahan limbah seperti bordir pouch dan workshop meracik wewangian natural potpourri. Aktivitas ini hanya dapat diikuti setelah pengunjung melakukan carbon offset melalui Livin’ Planet, selaras dengan kampanye ekonomi sirkular dan konsumsi bertanggung jawab.
(KS-5)