Bedah Buku “135 Ide Kreatif Promosi Rumah Sakit dan Klinik”, Humas RS Ditantang Adaptif dan Edukatif

CEO Waron Hospital, Dr. dr. Amang Surya P, SpOG, F-MAS (kanan) bersama Penulis buku 135 Ide Kreatif Promosi Rumah Sakit dan Klinik Anjari Umarjianto, Sabtu (13/12/2025).

KANALSATU — Perhimpunan Humas Rumah Sakit Indonesia (Perhumasri) Wilayah Jawa Timur menggelar bedah buku 135 Ide Kreatif Promosi Rumah Sakit dan Klinik karya Anjari Umarjianto di Waron Hospital, Sabtu (13/12/2025). 

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis bagi praktisi humas dan insan kesehatan untuk memperkuat peran komunikasi di tengah dinamika dan tantangan industri layanan kesehatan yang kian kompleks.

Bedah buku ini digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas humas rumah sakit dalam membangun komunikasi yang edukatif, kredibel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. CEO Waron Hospital, Dr. dr. Amang Surya P, SpOG, F-MAS, menyambut positif kegiatan tersebut dan menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan rumah sakit saat ini.

“Forum seperti ini sangat penting karena memberikan insight yang aplikatif. Ini membantu insan kesehatan untuk saling bersinergi dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Amang, fungsi humas rumah sakit kini telah berkembang signifikan. Tidak lagi sebatas menyampaikan informasi internal, humas justru menjadi garda terdepan dalam membangun pemahaman publik terhadap layanan dan kebijakan kesehatan. 

Ia menegaskan, humas memiliki peran strategis dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan berimbang.

“Peran humas sangat krusial, terutama dalam edukasi publik. Ke depan, peran ini masih bisa terus dikembangkan agar rumah sakit semakin dekat dan dipercaya oleh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Perhumasri Wilayah Jawa Timur, Christanti Linda, menyoroti tantangan kehumasan rumah sakit yang diperkirakan semakin berat pada 2026. Berbagai isu publik, percepatan digitalisasi, hingga persaingan antarrumah sakit menuntut strategi komunikasi yang semakin matang.

“Tantangan ke depan tidak mudah. Rumah sakit harus mampu mengomunikasikan nilai dan keunggulannya kepada masyarakat secara tepat, transparan, dan bertanggung jawab,” kata Linda.

Ia menekankan, humas memegang peran kunci dalam menjaga dan memperkuat reputasi rumah sakit. Oleh karena itu, kemampuan manajemen isu dan krisis komunikasi menjadi kompetensi yang tidak bisa ditawar. 

“Humas harus cermat membaca situasi, mengelola isu, serta menyampaikan informasi kepada publik secara profesional,” ujarnya.

Penulis buku, Anjari Umarjianto, dalam paparannya menegaskan bahwa persaingan industri kesehatan ke depan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan fasilitas atau layanan medis, tetapi juga oleh kekuatan strategi komunikasi. 

Menurutnya, promosi rumah sakit perlu dikemas secara kreatif tanpa mengabaikan etika dan regulasi. “Promosi rumah sakit harus kreatif dan edukatif, namun tetap sesuai aturan. Tujuannya bukan sekadar mengenalkan layanan, tetapi membangun kepercayaan dan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat,” tutur Anjari.

Ia berharap buku 135 Ide Kreatif Promosi Rumah Sakit dan Klinik dapat menjadi referensi praktis bagi humas rumah sakit dan klinik dalam merancang strategi komunikasi yang adaptif dan berkelanjutan. 

Melalui kegiatan bedah buku ini, terbangun pula kolaborasi antarrumah sakit dan insan humas untuk menghadapi persaingan industri kesehatan, sekaligus memperkuat peran rumah sakit sebagai institusi pelayanan publik yang humanis dan informatif. (KS-5)

Komentar