Antisipasi Cuaca Ekstrem, KAI Daop 8 Surabaya Perketat Pengamanan Jalur Kereta Jelang Nataru

KANALSATU - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan serta kelancaran perjalanan kereta api di tengah ancaman hujan lebat, banjir, tanah longsor, hingga amblesan jalur rel.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan intensitas curah hujan yang meningkat menjadi perhatian utama. Karena itu, KAI memperkuat pengawasan dan kesiapan personel, terutama di wilayah yang tergolong rawan gangguan.

“Kami melakukan pemeriksaan intensif terhadap jalur rel, jembatan, dan sistem drainase, sekaligus memantau titik-titik yang berpotensi terdampak banjir, longsor, maupun amblesan. Petugas prasarana dan peralatan siaga juga telah disiapkan untuk merespons cepat jika terjadi gangguan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari langkah mitigasi, KAI Daop 8 Surabaya menurunkan 138 petugas tambahan yang ditempatkan di sejumlah lokasi strategis. Selain itu, Alat Material Untuk Siaga (AMUS) disebar di berbagai titik, antara lain emplasemen Stasiun Babat, Sidotopo, Mojokerto, Bangil, dan Wlingi.

AMUS juga ditempatkan di Daerah Pemantauan Khusus (DAPSUS) serta kantor Resor Jalan Rel dan Jembatan di wilayah kerja KAI Daop 8 Surabaya, guna mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan prasarana akibat cuaca ekstrem.

Dengan penguatan kesiapsiagaan ini, KAI berharap mobilitas masyarakat selama periode libur akhir tahun tetap terlayani dengan aman dan nyaman, sekaligus meminimalkan potensi keterlambatan di tengah musim hujan dengan curah tinggi.

“KAI berkomitmen memberikan layanan transportasi yang selamat, andal, dan berkesan bagi pelanggan selama Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” pungkas Mahendro. (KS-5)

Komentar