Aplikasi Si-Boyo Diluncurkan, Dorong Digitalisasi 256 Ribu UMKM Surabaya

KANALSATU — Upaya mempercepat digitalisasi ekonomi kerakyatan di Kota Surabaya mendapat momentum baru dengan diluncurkannya aplikasi Si-Boyo. Ini merupakan sebuah platform marketplace dan layanan digital yang dirancang khusus untuk mendukung bisnis Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) serta pelaku UMKM mikro dan kecil.
Aplikasi Si-Boyo hadir untuk menjawab tantangan digitalisasi yang selama ini belum sepenuhnya menjangkau pelaku usaha skala mikro. Tercatat, sekitar 256.680 UMKM mikro dan kecil di Surabaya belum terakomodasi dalam platform jual beli daring yang telah ada.
Melalui Si-Boyo, koperasi berupaya membuka akses pasar digital yang lebih inklusif hingga tingkat kelurahan.
Peluncuran Si-Boyo menjadi langkah strategis KKMP Surabaya dalam memasuki era ekonomi digital berbasis koperasi. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, yang diwakili Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Agus Imam Sonhaji, mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai bentuk inovasi yang memperkuat ekonomi rakyat.
Menurutnya, koperasi kelurahan harus berada di garis depan transformasi digital, sekaligus memastikan manfaat ekonomi digital benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya pedagang UMKM mikro dan kecil.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menilai Si-Boyo sebagai contoh konkret adaptasi koperasi terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai gotong royong.
“Si-Boyo bukan sekadar aplikasi, tetapi instrumen pemerataan ekonomi hingga level kelurahan. Koperasi bisa bertransformasi digital tanpa kehilangan jati dirinya,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Koperasi Kelurahan Merah Putih Surabaya menjelaskan bahwa Si-Boyo dirancang untuk memperkuat peran koperasi sebagai pusat aktivitas ekonomi warga. Selain menjadi sarana transaksi, platform ini juga membuka peluang usaha baru dan menciptakan lapangan kerja, khususnya bagi admin koperasi kelurahan dan mitra kurir lokal.
Ketua KKMP Surabaya Jajar Tunggal Nur Wahyudi menyebut, kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu mendekatkan koperasi dengan masyarakat. “Pedagang lokal bisa naik kelas, warga mendapatkan harga yang adil, dan roda ekonomi kelurahan dapat berputar lebih sehat,” katanya.
Dari sisi ekosistem, Partner Investor Si-Boyo Rudy Hartanto, menjelaskan bahwa aplikasi ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan, mulai dari makanan terjangkau, layanan ojek online murah, hingga kebutuhan harian dan jasa pesan antar.
Seluruh ekosistem menghubungkan pedagang, UMKM, kurir lokal, dan konsumen dalam satu sistem digital yang dikelola secara adil dan transparan oleh masing-masing koperasi.
Adapun CEO GIFTLine Ramzy Hafizh sebagai pengembang aplikasi Si-Boyo, menambahkan bahwa dalam satu platform, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan, seperti kuliner, fesyen, farmasi, grosir, toko kelontong, pasar segar, hingga transportasi dan ride hailing.
“Si-Boyo dikelola dengan sistem koperasi sehingga harga lebih terjangkau. Pedagang tidak dikenakan potongan maupun biaya apa pun,” jelasnya.
Peluncuran aplikasi Si-Boyo yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Tunjungan Surabaya turut menyedot perhatian masyarakat. Acara tersebut diisi dengan demonstrasi penggunaan aplikasi, sosialisasi peran koperasi kelurahan, serta pendaftaran langsung bagi pedagang, pelaku UMKM, dan mitra kurir dari berbagai wilayah di Surabaya.
Ke depan, Koperasi Kelurahan Merah Putih Surabaya berharap Si-Boyo dapat menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong percepatan digitalisasi UMKM, dengan mengedepankan produk lokal dan layanan berbasis koperasi.
(KS-5)