Kolaborasi dengan RLD, GMNI Surabaya Raya Perkuat Literasi Media Kader di Era Digital

KANALSATU - Di tengah derasnya arus informasi digital, puluhan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Surabaya Raya membekali diri dengan peningkatan literasi media melalui pelatihan jurnalistik intensif. Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Rumah Literasi Digital (RLD).

Pelatihan yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya tersebut berlangsung di Balai RW RLD, Jalan Kaca Piring 6, Surabaya, Selasa (23/12/2025).

Ketua GMNI Surabaya Raya, Ni Kadek Ayu Wardani, menegaskan pentingnya penguasaan teknologi komunikasi dan jurnalistik bagi aktivis mahasiswa masa kini. 

Menurutnya, keterampilan jurnalistik bukan sekadar kemampuan menulis, tetapi juga sarana strategis untuk menyampaikan gagasan dan perjuangan di ruang digital.

“Kami ingin kader GMNI tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga mampu mengisi ruang digital dengan konten yang berkualitas, kritis, dan berintegritas,” ujar mahasiswi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya itu.

Materi pelatihan disusun secara menyeluruh, mulai dari sejarah jurnalistik hingga praktik jurnalisme di era konvergensi media. Ketua Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN), Didi Rosadi, membuka sesi dengan pemaparan perkembangan jurnalistik serta tantangan adaptasi teknologi dalam dunia pers.

Selanjutnya, Redaktur Suara Merdeka Jawa Timur, Andika Ismawan, membagikan kiat menulis berita daring yang cepat namun tetap memenuhi standar kelayakan publikasi. 

Peserta juga dibekali pemahaman optimasi mesin pencari (SEO) oleh Master Web Fathcur Rahman, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara keterbacaan dan kemudahan indeksasi mesin pencari.

Aspek visual turut menjadi perhatian dalam pelatihan ini. Ali Masduki dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya mengulas teknik dasar foto jurnalistik yang mampu memperkuat pesan berita di media digital.

Sebagai penutup, peserta mengikuti sesi praktik langsung dengan melakukan wawancara, pengambilan foto, hingga penulisan berita lengkap. Setiap peserta diwajibkan menghasilkan satu karya jurnalistik sebagai output pelatihan.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan jurnalis warga dari kalangan mahasiswa yang siap menyajikan informasi akurat, edukatif, dan bertanggung jawab bagi masyarakat.

PIC Rumah Literasi Digital (RLD), Lukman, menyatakan pihaknya terbuka untuk kolaborasi lanjutan dengan berbagai elemen kepemudaan. “RLD berkomitmen menjadi ruang edukasi literasi digital. Pelatihan ini menjadi langkah awal mencetak jurnalis warga yang kritis dan kompeten,” pungkasnya.
(KS-5)

Komentar