Di Balik Ramainya Nataru, Ada Sinyal yang Terjaga dan Usaha yang Terus Bergerak

KANALSATU – Menjelang Natal dan Tahun Baru, ponsel tak pernah benar-benar sepi. Pesan berdatangan, pesanan masuk silih berganti, dan panggilan video menjadi jembatan rindu keluarga.
Di balik semua itu, ada jaringan yang terus bekerja, dan orang-orang yang menggantungkan harapan pada koneksi yang stabil.
Bagi Herdhina Kamadhini, pelaku usaha hampers rumahan di Surabaya, akhir tahun adalah masa paling sibuk. Sejak pagi hingga malam, notifikasi pesanan dari media sosial nyaris tak berhenti.
Mulai dari menerima order, menjawab pertanyaan pelanggan, hingga mengatur pengiriman, semuanya bertumpu pada koneksi internet.
“Kalau jaringan bermasalah, kerjaan bisa langsung kacau. Di momen ramai seperti ini, kecepatan respon itu segalanya,” katanya sambil menyiapkan pesanan yang akan dikirim.
Di hari-hari biasa, omzet usaha Dhina berada di kisaran Rp4–6 juta per bulan. Namun ketika Natal dan Tahun Baru tiba, permintaan melonjak dan pendapatannya bisa meningkat hingga dua kali lipat. Koneksi yang stabil membuatnya tetap bisa fokus bekerja, meski lalu lintas digital sedang padat.
Sementara itu, di lokasi berbeda, Deni Rahman menjalani akhir tahun dengan cara yang tak banyak terlihat. Saat sebagian orang menikmati liburan, teknisi jaringan ini justru bersiaga bersama timnya. Ia memantau kondisi jaringan, memastikan sinyal tetap kuat di tengah cuaca yang kerap berubah dan hujan yang datang hampir setiap hari.
“Buat kami, kerjaan ini bukan cuma soal teknis. Ada banyak orang yang bergantung pada jaringan untuk kerja, usaha, dan berkomunikasi dengan keluarga,” ujar Deni.
Dengan dukungan sistem pemantauan berbasis kecerdasan artifisial, tim lapangan dapat mendeteksi potensi gangguan lebih cepat. Langkah pencegahan dilakukan sebelum pelanggan merasakan dampaknya, sehingga konektivitas tetap terjaga selama periode sibuk akhir tahun.
Sejak awal November, berbagai persiapan dilakukan, termasuk penambahan cadangan baterai dan kesiapan genset di sejumlah titik strategis. Semua itu dilakukan agar masyarakat bisa menjalani libur Natal dan Tahun Baru tanpa terganggu urusan sinyal.
Cerita Dhina dan Deni mungkin sederhana, namun menggambarkan satu hal penting: di balik setiap pesan yang terkirim dan setiap pesanan yang diproses, ada jaringan yang bekerja dan ada manusia yang menjaganya. Di momen ketika banyak hal terasa lebih dekat, koneksi yang andal membuat segalanya tetap berjalan.
(KS-5)