Produksi Jeruk Jatim Dominasi Nasional, Sumbang 36 Persen Pasar dan Tekan Impor

KANALSATU – Jawa Timur kembali menegaskan perannya sebagai sentra utama produksi jeruk nasional, dengan kontribusi mencapai 36,22 persen terhadap total produksi Indonesia pada triwulan III 2025. Total produksi jeruk Jatim tercatat 959.231,31 ton, tertinggi secara nasional.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian ini sebagai aset strategis sektor hortikultura yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan, menstabilkan harga, serta memperkuat ekonomi petani.
“Produksi jeruk Jawa Timur adalah yang tertinggi se-Indonesia. Ini menjadi kekuatan ekonomi daerah yang harus terus diperkuat, terutama untuk mengurangi ketergantungan impor,” kata Khofifah saat meninjau sentra jeruk siam di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (3/1/2026).
Kawasan Tutur yang berada di dataran tinggi sekitar 1.000 mdpl dinilai sangat ideal untuk pengembangan jeruk siam. Faktor iklim dan kesuburan tanah membuat produktivitas jeruk di wilayah ini terus meningkat, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.
Menurut Khofifah, penguatan konsumsi jeruk lokal menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani, memperluas lapangan kerja sektor agribisnis, serta meningkatkan nilai tambah komoditas hortikultura Jawa Timur.
“Jeruk lokal Jawa Timur memiliki kualitas yang sangat kompetitif dibandingkan produk impor. Konsumsi produk dalam negeri akan memperkuat rantai pasok dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Dalam dialog dengan petani, Pemprov Jatim juga menyoroti pentingnya peningkatan akses pasar, efisiensi distribusi, serta pengembangan hilirisasi jeruk agar memiliki daya saing jangka panjang.
“Pemerintah provinsi akan terus hadir mendampingi petani, mulai dari peningkatan kualitas produksi hingga penguatan pasar. Jeruk Jawa Timur harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tegas Khofifah.
(KS-9)