Chairul Tanjung dan foto menghebohkan

Istana Negara perlu menjelaskan

(WIN - EDITORIAL): Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (lulus 1987) ini tidak pernah membuka praktek dokter di klinik gigi. Juga tidak pernah bercita-cita meneruskan kuliah S2 spesialis kawat gigi palsu (orthodontist). Kalau pasta gigi, mungkin masih diurusnya melalui toko swalayan miliknya, Carrefour.

Dialah Chairul Tanjung. Publik menyebutnya CT. Usianya (relatif) masih muda, 51 tahun. Tapi prestasinya sebagai pengusaha tidak bisa dibilang muda. Dalam waktu (relatif) cepat, CT sudah menahkodai banyak usaha, termasuk membeli 60% saham Carrefour Indonesia.

Pria kelahiran Jakarta, 16 Juni 1962 ini membangun kerajaan bisnisnya melalui bendera CT Corp (d/h Para Group). CT Corp memiliki 3 sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi banyak sektor usaha. Majalah FORBES memasukkan CT sebagai salah satu dari 1000 orang terkaya dunia, meski di-urutan ke 937. Atau terkaya Indonesia urutan ke 11. Asetnya pada 2011 diduga mencapai US$2,4 miliar lebih.

Ayahnya, AG Tanjung, adalah seorang wartawan di zaman orde lama. Namun CT tidak pernah bercita-cita menjadi wartawan. Apalagi bercita-cita menjadi ketua asosiasi profesi jurnalis (PWI, AJI, IJTI).  Tentu tidak pernah. Meski mengelola dua stasiun tv melalui  Trans Corp, namun televisi-nya itu lebih difokuskan sebagai usaha, bukan sebagai tv berita (sebagaimana Metro, TV One, atau salah satu tv Grup MNC).

Meski tidak dilahirkan dari keluarga taipan, tapi CT dikenal memiliki insting bisnis sangat kuat. Juga memiliki visi dan pandangan yang luas mengenai makro-perekonomian, meski bukan jebolan Fakultas Ekonomi UI (sebagaimana banyak pakar ekonomi).  Sehingga tidak berlebihan tatkala Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadikan CT sebagai Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN)- komite resmi bentukan presiden.

Tapi, banyak orang yang bertanya, kenapa harus CT yang dijadikan Ketua KEN. Bukankah masih banyak pengusaha yang lebih sukses dari CT. Atau, kenapa bukan ekonom yang lulusan FE, sementara CT adalah dokter gigi. Dari sinilah kemudian muncul banyak spekulasi pendapat tentang relasi keduanya, CT dan SBY.

Tetapi secara sederhana publik bisa melihatnya, bahwa SBY dan CT memiliki hubungan sangat dekat. Bahkan, kabarnya, SBY berkenan hadir ke rumah CT hanya sekedar untuk buka puasa. Maka itu boleh saja publik menilai bahwa SBY dan CT bukan sekedar hubungan antara Presiden dengan Ketua KEN. Karena tugas presiden di bidang ekonomi sudah dibantu oleh banyak menteri ekonomi. Bahkan ada menko perekonomian.

Lantas, apa yang menjadikan keduanya sangat dekat ? Padahal secara generasi keduanya beda jauh (SBY lahir 1949, dan CT lahir 1962). SBY adalah tentara, dan CT bukan tentara (meski diketahui memiliki hubungan dekat dengan banyak jenderal).

Maka itu wajar jika pendapat publik bermacam-macam saat menanggapi beredarnya foto di media sosial yang menggambarkan sosok CT terkesan sedang marah – sambil tangannya menunjuk ke arah wajah Presiden SBY di dalam sebuah ruangan perjamuan.

Di foto itu nampak ekspresi CT seolah marah yang ditujukan kepada SBY, dan disaksikan beberapa kerabat kepresidenan, termasuk diantaranya Ani Yudhoyono dan Mensesneg Sudi Silalahi. Foto itu pada Rabu (25/9/13) beredar luas, dan ramai dibahas di Twitter, Facebook, dan BlackBerry. Bahkan ada media online yang mem-posting-nya. Namun tidak satu pun yang menjelaskan apakah foto itu asli, atau sekedar montase grafis.

Tapi, dari aspek kualitas gambar, siapapun akan sulit menjelaskan kepada publik bahwa foto itu tidak asli (meski seandainya memang tidak asli). Di sinilah pentingnya ada pihak yang menjelaskan (pihak SBY, atau pihak CT, atau pihak Kepresidenan) agar persepsi publik tidak keliru lebih luas atas tampilan foto tersebut.

Bagaimanapun kuatnya sosok CT, atau bagaimanapun dekatnya hubungan keduanya, tapi yang harus diingat bahwa SBY adalah Presiden/Kepala Negara dari 260 juta penduduk bangsa ini, yang tidak boleh dinisbikan posisinya oleh siapapun di hadapan rakyatnya. Maka itu perlu segera ada penjelasan mengenai status foto tersebut. (@ lutfil hakim)

Komentar