Agung: Buat apa kalau sekadar hiasan?

KANALSATU - Ketua Umum Partai Golkar hasil Musyuwarah Nasional (Munas) IX Jakarta Agung Laksono memastikan tak hadir dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), yang digagas oleh DPP Partai Golkar hasil Munas IX Bali di bawah kepemimpinan Abu Rizal Bakrie (Ical).
Rencananya, Rapimnas yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, dibuka malam ini. "Saya sedang di luar kota dan tidak akan mendelegasikan kepada siapa pun," kata Agung, Sabtu (23/1/2016).
Agung mengaku baru mendapatkan udangan untuk hadir dalam Rapimnas pada Jumat (22/1/16) kemarin. Di sisi lain, dia sudah merencakan untuk pergi ke luar kota sejak jauh hari.
Sebenarnya, lanjut Agung, dirinya hendak dimasukkan dalam susunan panitia penyelenggara Rapimnas. Hanya saja, mantan Ketua DPR RI itu menolaknya. "Buat apa kalau sekadar hiasan? Yang saya mau bersama, tapi sejak awal tak ada komunikasi," ucapnya.
Sementara itu, wacana penguatan peran Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar bergulir, jelang gelaran Rapimnas Golkar. Adapun yang digadang-gadang untuk mengisi jabatan Ketua Wantim Partai Golkar adalah Ical.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas IX Bali Nurdin Halid mengatakan, selama ini peran Wantim belum begitu besar. Terbukti, Wantim tidak punya posisi yang cukup kuat untuk membantu menyelesaikan konflik internal partai. "Maka, memang ada pertimbangan untuk memperkuat posisi tersebut," kata Nurdin di Jakarta, Sabtu (23/1/16).
Yang jelas, semua aspirasi akan ditampung dan tidak menutup kemungkinan bakal dibahas dalam Rampinas yang dibuka malam ini. "Rapimnas itu (forum) tertinggi kedua. Bila ada gagasan yang disampaikan dan setelah didiskusikan, boleh jadi itu salah satu rekomendasi," imbuh Sekretaris Jenderal Partai Golkar hasil Munas IX Bali Idrus Marham.
Menurut informasi yang beredar, bila nanti Ical diangkat menjadi Ketua Wantim lewat Munas, maka ada nama yang disebut-sebut akan mengantikan sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Adalah Idrus Marham dan Nurdin Halid.
Terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas IX Bali Ahmadi Noor Supit tak membantah kabar tersebut. "Kalau Bang Ical mau mundur, tapi kewenangan Wantim lebih besar. Ada wacana seperti itu," ungkapnya.
Noor Supit menegaskan, penguatan Wantim harus dilakukan lewat revisi AD/ART. Yang memiliki kuasa revisi adalah forum munas, bukan rapimnas. "Kalau munas ada perubahan AD/ART, itu bisa. Disesuaikan dulu, siapa yang akan menjadi wantim, siapa yang jadi ketum," paparnya.
Bukan hanya Ical yang berpeluang untuk menjadi Ketua Wantim Partai Golkar. Semua masih bisa berubah tergantung dari dinamika. "Oh iya pasti (Ical masih bursa Ketua Wantim). Bisa JK, Bang Akbar lagi. Mungkin buat lembaga baru yang bisa tampung semuanya," pungkas Supit.(win6)