Laba Bank UMKM Jatim Meroket 36,23%, Kredit Produktif Tembus Rp3,32 Triliun

KANALSATU – PT BPR Jatim (Perseroda) atau Bank UMKM Jatim membukukan performa finansial impresif sepanjang tahun buku 2025. BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp27,86 miliar, tumbuh tajam 36,23% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang naik sebesar Rp7,41 miliar.
Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad, mengungkapkan bahwa capaian ini didorong oleh efektivitas strategi penyaluran kredit dan optimalisasi pengelolaan aset perusahaan. Selain lonjakan laba, total aset bank tercatat meningkat 14,93% menjadi Rp3,95 triliun per Desember 2025.
"Kami bersyukur atas pencapaian di tahun buku 2025 ini. Pertumbuhan aset sebesar Rp514 miliar menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin kuat terhadap Bank UMKM Jatim," ujar Irwan dalam RUPS Tahunan di Hotel Wyndham, Surabaya, Selasa (10/2/2026).
Mengusung visi Nawa Bhakti Satya, Bank UMKM Jatim memfokuskan mayoritas pendanaannya pada sektor riil. Dari total penyaluran kredit sebesar Rp3,32 triliun, sebanyak 93,65% dialokasikan khusus untuk sektor produktif guna memperkuat ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan di Jawa Timur.
Secara mendetail, pembiayaan terbesar mengalir ke sektor perdagangan (Rp1,166 triliun), disusul sektor pertanian (Rp691,8 miliar), sektor jasa (Rp441,5 miliar), dan peternakan (Rp285,5 miliar).
"Fokus pada sektor riil adalah langkah nyata mendukung program Gubernur Khofifah untuk memastikan ekonomi rakyat tetap menjadi motor penggerak utama di Jawa Timur," tambah Irwan.
Kesehatan portofolio kredit juga menunjukkan perbaikan signifikan. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berhasil ditekan hingga ke angka 7,54%, turun drastis dibandingkan tahun 2024 yang berada di level 9,94%.
Perusahaan menargetkan NPL dapat kembali menyusut hingga menyentuh angka 5% pada tahun 2026.
Indikator likuiditas dan kepercayaan publik juga tercatat positif dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 15,23% menjadi Rp3,14 triliun. Performa ini pun mendapat legitimasi melalui opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Kanaka Puradiredja, Suhartono.
Berdasarkan parameter Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank UMKM Jatim saat ini menyandang predikat "Bank Sehat" dengan peringkat komposit 2 dan Rasio Kecukupan Modal (CAR) yang sangat kokoh di angka 30,15%.
"Ke depan, kami optimis menargetkan pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana sebesar 11 persen. Kami juga sedang dalam proses perizinan pengembangan Mobile Banking untuk melengkapi layanan QRIS dan ATM 24 jam agar nasabah dapat bertransaksi lebih cepat dan aman," pungkas Irwan.
(KS-5)