Bank Jatim Gaspol Jadi BPD No 1 Nasional, Ini Strategi 3-2-1-nya

KANALSATU – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menegaskan ambisi besarnya untuk menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) nomor satu di Indonesia. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Kerja Tahunan (Rakerta) 2026 yang digelar pekan lalu di Malang. 

Forum strategis tahunan ini menjadi ajang evaluasi kinerja sekaligus penetapan arah kebijakan dan strategi bisnis Bank Jatim sepanjang 2026. 

Mengusung tema “Audacity to Fly Higher”, Rakerta 2026 mencerminkan keberanian Bank Jatim melakukan lompatan strategis di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat. Tema ini juga menjadi simbol dorongan bagi seluruh insan Bank Jatim untuk keluar dari zona nyaman dan memperkuat kinerja berbasis tata kelola yang sehat.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menyebut Rakerta sebagai momentum penting untuk menyatukan visi dan memperkuat orkestrasi pencapaian target perusahaan.

“Rakerta ini rutin kami gelar setiap awal tahun untuk memastikan seluruh jajaran bergerak dalam satu arah, memperkuat budaya kerja, serta meningkatkan soliditas internal agar target 2026 tercapai,” ujarnya.

Winardi menegaskan, Bank Jatim menargetkan transformasi menyeluruh, mulai dari penguatan bisnis inti, tata kelola perusahaan, hingga akselerasi digital banking guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif.

“Kami optimistis pada 2030 Bank Jatim mampu menjadi BPD nomor satu di Indonesia, baik dari sisi dana pihak ketiga, kualitas penyaluran kredit, pertumbuhan laba, maupun penguatan total aset,” tegasnya.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Bank Jatim menetapkan strategi 3-2-1 sebagai fokus utama tahun 2026. Strategi 3 business diarahkan pada optimalisasi penghimpunan dana murah (low cost funding), peningkatan kualitas kredit dengan likuiditas yang efisien, serta akselerasi transaksi digital banking.

Selanjutnya, 2 enabler menjadi fondasi akselerasi bisnis, yakni penguatan tata kelola perusahaan yang transparan dan berintegritas, serta penguatan sistem dan teknologi guna meningkatkan efisiensi operasional dan keamanan layanan digital.

Adapun 1 people development difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Bank Jatim berkomitmen mengembangkan kompetensi, profesionalisme, serta budaya kerja adaptif dan inovatif agar seluruh insan perusahaan mampu menjawab tantangan industri perbankan ke depan.

“Implementasi strategi 3-2-1 ini kami yakini akan memperkuat daya saing, meningkatkan kinerja keuangan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi nasabah, pemegang saham, dan pemangku kepentingan,” kata Winardi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi peran strategis Bank Jatim sebagai penggerak ekonomi daerah, khususnya dalam penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, dukungan perbankan daerah terhadap UMKM menjadi kunci ketahanan ekonomi Jawa Timur.

“Bank Jatim bukan hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi memastikan UMKM naik kelas dan memiliki daya saing,” ujar Khofifah.

Ia menilai keterlibatan UMKM binaan Bank Jatim dalam berbagai misi dagang menjadi bukti konkret keberhasilan pola pembinaan terintegrasi, mulai dari akses pembiayaan, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan pasar.

“UMKM yang ikut misi dagang bukan sekadar pameran. Mereka sudah siap produksi, siap kualitas, dan siap pasar,” tandasnya.

Khofifah menegaskan Pemprov Jawa Timur akan terus mendorong UMKM dan IKM naik kelas melalui pembinaan berkelanjutan, penguatan mutu produk, hingga perluasan akses pasar, baik secara luring maupun digital.
(KS-5)

Komentar