SIG Kirim 36 Ribu Bata Interlock ke Padang, Percepat Hunian Tetap Korban Banjir

KANALSATU — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG mengirimkan 36.000 bata interlock presisi untuk mendukung pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kampung Talang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat. Langkah ini menjadi bagian dari percepatan pemulihan pascabencana banjir yang terjadi pada November 2025.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan pembangunan hunian pascabencana membutuhkan solusi konstruksi yang cepat, kuat, dan efisien. 

Bata interlock presisi dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut karena mempercepat proses pembangunan sekaligus menghasilkan bangunan yang kokoh dan layak huni.

“Dalam kondisi pascabencana, masyarakat membutuhkan hunian yang aman dalam waktu singkat. Pengiriman bata interlock presisi ini merupakan bentuk nyata peran SIG dalam mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Bata interlock presisi merupakan produk turunan SIG yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam percepatan pembangunan perumahan dan penguatan kawasan permukiman berkelanjutan. Teknologi ini memungkinkan pembangunan rumah lebih cepat dengan presisi tinggi dan efisiensi material.

Pembangunan huntap di Kampung Talang dilakukan melalui kolaborasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatra Barat dan Kadin Indonesia. Lokasi ini menjadi titik awal penerapan bata interlock presisi bagi korban bencana di wilayah tersebut.

SIG memastikan kapasitas pasokan bata interlock presisi dari PT Semen Padang berada pada level aman. Untuk rumah tipe 36, produksi mampu mendukung pembangunan hingga 120 unit huntap per bulan, dengan potensi distribusi tidak hanya di Sumatra Barat, tetapi juga ke Sumatra Utara dan Aceh.

Sebelumnya, bata interlock presisi SIG telah diterapkan pada berbagai proyek percontohan, antara lain rumah contoh tipe 36 di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta rumah tipe 36 dan 57 di Bambu Apus, Jakarta Timur. Hasilnya menunjukkan efisiensi waktu konstruksi dengan kualitas bangunan yang optimal.

Selain aspek kecepatan dan ketahanan, SIG juga menekankan komitmen keberlanjutan. Produk semen hijau SIG memiliki emisi karbon hingga 38 persen lebih rendah dibandingkan semen konvensional, dengan tingkat kandungan dalam negeri di atas 90 persen.

“Penggunaan semen hijau SIG tidak hanya mendukung pembangunan hunian yang tangguh terhadap bencana, tetapi juga berkontribusi dalam pengurangan emisi dan penguatan industri nasional,” kata Vita Mahreyni. (KS-5)

Komentar