Kadin Jatim–TKDV Percepat Link and Match Industri hingga 2026

KANALSATU - Penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi di Jawa Timur dipercepat. Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Kadin Jatim) bersama Tim Koordinasi Daerah Vokasi Jawa Timur (TKDV) menargetkan pembentukan TKDV di seluruh 38 kabupaten/kota tuntas pada 2026 sebagai fondasi utama penguatan SDM berbasis kebutuhan industri.
Target tersebut ditegaskan dalam agenda Laporan Kerja TKDV 2025 dan Rencana Program Kerja 2026 yang digelar di Surabaya, Senin (23/2/2026). Hingga 2025, TKDV telah terbentuk di 22 daerah atau sekitar 60 persen wilayah Jawa Timur, sementara 16 kabupaten/kota lainnya masih dalam proses pembentukan.
Direktur Kadin Institute sekaligus Ketua Pokja 3 TKDV Jatim, Nurul Indah Susanti, menyatakan arah kebijakan 2026 akan difokuskan pada implementasi nyata strategi vokasi daerah. Fokus utama diarahkan pada penguatan link and match melalui tiga kelompok kerja, mulai dari pendidikan, pelatihan, hingga sertifikasi kompetensi.
Saat ini, sekitar 60 industri telah terlibat dalam ekosistem vokasi Jawa Timur. Sebanyak 16 industri mendapatkan pendampingan intensif melalui konsultan vokasi dan pelatihan berbasis industri. Di sisi pendidikan, kolaborasi SMK dengan dunia usaha terus didorong, meski baru sekitar 20 persen dari total 2.174 SMK yang aktif bermitra dengan industri.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Iwan, menegaskan vokasi menjadi instrumen strategis pembangunan SDM daerah.
Dengan struktur ekonomi Jawa Timur yang ditopang industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian, kebutuhan tenaga kerja kompeten dinilai sangat tinggi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan menekan pengangguran.
Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto menambahkan, bonus demografi Jawa Timur harus diiringi peningkatan kualitas SDM. Menurutnya, pelatihan berbasis industri dan sertifikasi profesi menjadi kunci agar lulusan, khususnya SMK, terserap optimal di dunia kerja.
Dengan percepatan pembentukan TKDV di seluruh daerah, Jawa Timur optimistis mampu membangun ekosistem vokasi yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk memperkuat daya saing industri serta kualitas tenaga kerja regional. (KS-5)