Konsumsi Jelang Lebaran 2026 Naik, Bank Mandiri Siapkan Rp3 Triliun Uang Tunai di Jatim

KANALSATU — Aktivitas konsumsi masyarakat di Surabaya dan Jawa Timur mulai meningkat signifikan menjelang Ramadan hingga Lebaran 2026. Indikasinya terlihat dari padatnya pusat perbelanjaan, kenaikan transaksi, hingga tingginya minat masyarakat terhadap berbagai program promosi ritel.
Regional Business Partner Head Region VIII Jawa 3 Bank Mandiri, Theresia Pratiwi Hestari, menyebut tren belanja masyarakat mengalami lonjakan, khususnya pada akhir pekan.
“Pusat perbelanjaan kembali ramai. Berdasarkan diskusi dengan pelaku usaha, terjadi peningkatan aktivitas hingga sekitar 20 persen pada pekan ini,” ujarnya dalam media gathering dan buka bersama di Surabaya.
Ia menilai, kenaikan konsumsi ini menjadi indikator positif bagi pemulihan ekonomi daerah, meski masih berada di awal Ramadan. Secara tahunan, aktivitas ekonomi di Jawa Timur juga mulai menunjukkan tren pertumbuhan yang lebih baik.
Peningkatan konsumsi tersebut turut mendorong pergerakan sektor riil, mulai dari transportasi, logistik hingga sistem pembayaran. Mobilitas masyarakat yang semakin tinggi pada 2026 disebut menjadi sinyal kuat bergairahnya ekonomi regional.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan transaksi selama Lebaran, Bank Mandiri menyiapkan uang tunai sebesar Rp3 triliun di wilayah Jawa Timur. Dana ini dialokasikan untuk pengisian sekitar 1.600 ATM dan CRM selama periode 24 Februari hingga 20 Maret 2026.
Jumlah tersebut meningkat sekitar Rp200 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,8 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan proyeksi kebutuhan masyarakat yang terus tumbuh.
Selain uang tunai, Bank Mandiri juga mengandalkan penguatan layanan digital melalui aplikasi Livin' by Mandiri. Saat ini, sekitar 60 persen transaksi nasabah telah beralih ke platform digital tersebut.
Sejak diluncurkan pada 2020, Livin’ berkembang menjadi aplikasi keuangan terintegrasi dengan berbagai fitur, mulai dari transaksi harian, investasi, hingga pembelian produk keuangan. Aplikasi ini juga dilengkapi layanan bantuan cepat melalui Call Center 14000 yang terintegrasi langsung di dalam platform.
Di sisi lain, Bank Mandiri memastikan kesiapan kanal transaksi non-tunai seperti EDC dan QRIS yang telah tersebar luas. Langkah ini diambil untuk mendorong transaksi yang lebih praktis dan aman selama periode mudik dan libur Lebaran.
Theresia turut mengimbau masyarakat yang akan mudik agar memastikan saldo uang elektronik mencukupi, terutama untuk kebutuhan pembayaran tol. Fitur top-up di Livin’ diharapkan dapat membantu pengguna mengantisipasi kebutuhan tersebut.
Dengan berbagai langkah tersebut, Bank Mandiri optimistis dapat mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama Ramadan dan Lebaran, sekaligus memperkuat momentum pemulihan ekonomi di Jawa Timur.
(Ks-5)