Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Dimulai, BI dan TNI AL Jangkau 97 Pulau 3T

KANALSATU - Bank Indonesia (BI) bersama TNI Angkatan Laut kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 untuk memastikan ketersediaan uang layak edar sekaligus memperkuat kedaulatan Rupiah hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 resmi dimulai dengan pelepasan KRI Makassar-590 di Koarmada II, Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi berkelanjutan antara Bank Indonesia (BI) dan TNI AL dalam menjaga kedaulatan negara melalui distribusi Rupiah ke wilayah terpencil.

Kick-off ERB 2026 dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali (secara daring), Sekretaris Daerah Jawa Timur Adhy Karyono, serta jajaran TNI AL dan pemangku kepentingan lainnya.

Ricky menegaskan bahwa BI merupakan satu-satunya lembaga yang berwenang mengeluarkan dan mengedarkan Rupiah, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang. Rupiah bukan hanya alat transaksi, tetapi juga simbol kedaulatan negara yang harus dijaga keberadaannya di seluruh wilayah Indonesia.

Namun, distribusi uang di Indonesia menghadapi tantangan besar, terutama karena kondisi geografis berupa ribuan pulau dan keterbatasan infrastruktur. Di sejumlah wilayah perbatasan, bahkan masih ditemukan penggunaan mata uang asing dalam transaksi sehari-hari.

“Sinergi BI dan TNI AL menjadi kunci. Dari sisi pertahanan, TNI AL menjaga kedaulatan laut, sementara BI menjaga kedaulatan Rupiah sebagai simbol negara,” ujar Ricky.

Sejak diluncurkan pada 2012 hingga 2025, ERB telah menjangkau 565 pulau melalui 110 kegiatan kas keliling. Sepanjang 2025 saja, program ini mencakup 91 pulau dengan total penukaran uang mencapai Rp154,4 miliar.

Tak hanya layanan penukaran uang, ERB juga menghadirkan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, layanan kesehatan, bantuan sosial, hingga program bela negara yang melibatkan TNI AL. Program ini bahkan meraih penghargaan internasional dalam Annual Central Banking Award 2024 di Inggris.

Pada 2026, cakupan ERB diperluas menjadi 19 provinsi dengan target 97 pulau 3T. Selain itu, empat provinsi juga akan melaksanakan kegiatan serupa secara mandiri dengan menjangkau 18 pulau.

Untuk wilayah Jawa Timur, ekspedisi berlangsung pada 23–29 April 2026 dengan sasaran lima pulau, yakni Bawean, Sapeken, Masalembu, Kangean, dan Sakala menggunakan KRI Makassar-590.

BI menegaskan akan terus memperluas layanan kas dan meningkatkan literasi masyarakat terhadap Rupiah melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat kedaulatan ekonomi nasional hingga ke pelosok negeri. (KS-5)

Komentar