Bogasari Latih Warga Sidoarjo Padamkan Api, 40 Peserta Ikut Simulasi Kebakaran

KANALSATU – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran dilakukan PT Indofood Sukses Makmur Tbk melalui Divisi Bogasari Flour Mills pabrik Surabaya. Lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Bogasari melatih 40 warga Perumahan Griya Permata, Desa Keboansikep, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, agar mampu melakukan pemadaman api secara mandiri.

Pelatihan yang digelar pada Minggu (26/4/2026) ini berangkat dari pentingnya respons cepat saat kebakaran terjadi. Dalam hitungan detik, api dapat membesar dan meluas, sehingga penanganan awal oleh warga menjadi kunci sebelum petugas pemadam tiba.

Kepala Seksi Security dan Fire Brigade Bogasari Surabaya, Edi Suprapto, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan kali pertama dilakukan langsung di lingkungan permukiman.

“Ini bagian dari CSR Bogasari dalam pengembangan sumber daya manusia dan solidaritas kemanusiaan, khususnya melalui keahlian penanggulangan kebakaran yang dimiliki perusahaan,” ujarnya.

Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari bapak-bapak, pemuda, hingga ibu rumah tangga dari beberapa RW mengikuti pelatihan ini. Mereka tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung memadamkan api menggunakan karung goni basah dan alat pemadam api ringan (APAR).

Bogasari menyiapkan 12 karung goni basah dan 20 tabung APAR untuk simulasi. Dalam sesi praktik, peserta dilatih memadamkan api yang dinyalakan di dua jenis drum oleh tim Fire Brigade Bogasari.
Menurut Edi, penggunaan dua metode tersebut penting karena tidak semua warga memiliki atau terbiasa menggunakan APAR.

“Karung goni basah menjadi alternatif yang praktis, efektif, dan aman jika digunakan dengan benar,” jelasnya.

Pelatihan yang berlangsung di fasilitas umum RW 08 sejak pagi hingga siang ini mendapat sambutan antusias dari warga. Kegiatan ini juga diapresiasi oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo, Binno Mariano, yang hadir langsung di lokasi.

Ia menilai, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan teknis, tetapi juga wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ketangguhan bencana.

“Kegiatan ini sangat positif dan patut dicontoh. Ketangguhan menghadapi bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan warga memiliki kemampuan praktis untuk bertindak cepat dan tepat saat terjadi kebakaran, sehingga dapat meminimalkan risiko kerugian dan korban.
(KS-5)

Komentar