FWD Insurance Ungkap Hanya 34 Persen Warga Indonesia yang Merasa Aman Secara Finansial

KANALSATU - Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap perencanaan keuangan yang lebih terstruktur mendorong PT FWD Insurance Indonesia memperkenalkan produk asuransi jiwa FWD Income Prosperity di Surabaya, Jawa Timur. Peluncuran produk ini dilakukan di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan finansial jangka panjang.
Jawa Timur sendiri tercatat sebagai salah satu dari tiga provinsi dengan tingkat penyerapan tenaga kerja ekonomi kreatif tertinggi di Indonesia, yang menunjukkan semakin besarnya jumlah masyarakat produktif, profesional muda, pelaku usaha, hingga keluarga muda yang membutuhkan perencanaan keuangan yang lebih matang.
Berdasarkan survei konsumen yang dilakukan FWD Group bersama Ipsos di Indonesia, sebanyak 66 persen responden mengaku masih mengalami tekanan finansial atau merasa belum aman secara keuangan. Sementara itu, hanya 34 persen yang menyatakan cukup percaya diri terhadap kondisi keuangannya.
Direktur Utama PT FWD Insurance Indonesia, Jeffrey Woo, mengatakan kebutuhan masyarakat saat ini tidak hanya sebatas perlindungan terhadap risiko, tetapi juga kepastian dalam merencanakan masa depan.
Menurutnya, masyarakat semakin membutuhkan solusi keuangan yang mampu memberikan rasa aman sekaligus membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga dalam jangka panjang.
"FWD Income Prosperity dirancang sebagai produk yang menggabungkan manfaat perlindungan jiwa dengan manfaat tunai tahunan yang terencana," ujar Jeffrey. Dengan skema manfaat yang telah ditetapkan sejak awal, nasabah diharapkan memiliki gambaran yang lebih jelas dalam menyusun rencana keuangan jangka panjang.
Peluncuran produk ini juga dilakukan di tengah masih lebarnya kesenjangan antara tingkat inklusi dan literasi keuangan di Indonesia.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, selisih antara inklusi keuangan dan literasi keuangan mencapai 14,05 persen, meningkat dibandingkan 9,59 persen pada 2024.
Kondisi tersebut menunjukkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan terus meningkat, namun pemahaman dalam mengelola dan merencanakan keuangan masih perlu diperkuat.
FWD Income Prosperity menawarkan sejumlah manfaat, antara lain manfaat tunai tahunan sebesar 14 persen atau 17 persen dari premi tahunan sesuai pilihan paket, manfaat akhir masa asuransi sebesar 108 persen dari total premi yang dibayarkan selama periode promosi hingga 31 Desember 2026, serta fasilitas penerimaan polis tanpa pemeriksaan kesehatan untuk uang pertanggungan hingga Rp2 miliar.
"Selain itu, produk ini juga memberikan perlindungan terhadap risiko meninggal dunia hingga 130 persen dari total premi yang telah dibayarkan, termasuk manfaat tambahan akibat kecelakaan," jelasnya.
Tersedia pula manfaat pembebasan premi apabila nasabah mengalami cacat tetap total akibat kecelakaan maupun penyakit.
Sebagai bagian dari penguatan layanan di Jawa Timur, FWD Insurance juga telah membuka kantor pemasaran di Surabaya.
Perusahaan berharap kehadiran produk ini dapat mendorong masyarakat memandang asuransi tidak hanya sebagai instrumen perlindungan, tetapi juga sebagai bagian dari perencanaan keuangan yang lebih terarah dan berkelanjutan. (KS-5)