Bogasari Bekali Guru SMKN 3 Kediri dengan Teknik Bakery Modern dan Olahan Pangan Lokal

KANALSATU – PT Bogasari Flour Mills melalui program Bogasari Mengajar kembali memberikan pelatihan kepada guru jurusan kuliner SMKN 3 Kediri sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan pengembangan Teaching Factory (TEFA).
Pelatihan tahap kedua berlangsung selama dua hari pada 3-4 Juni 2026 di Bogasari Baking Center (BBC) Surabaya dan diikuti enam guru kuliner. Sebelumnya, pelatihan tahap pertama telah digelar pada 28-29 Januari 2026 dengan jumlah peserta yang sama.
Dengan demikian, sebanyak 12 guru kuliner SMKN 3 Kediri telah mendapatkan pelatihan langsung dari BBC Surabaya sepanjang tahun ini.
Pada pelatihan terbaru, peserta mendapatkan materi bertema pembuatan makanan sehat. Enam resep yang dipelajari meliputi Whole Wheat Toast, Vegan Bread Blueberry Oat Milk Custard, Korean Garlic Cheese Bread, Donat Tape, Pumpkin Cotton Roll Cake, dan Cassava Cake.
Beberapa resep sengaja mengombinasikan tepung terigu dengan bahan pangan lokal seperti singkong, tape, dan labu kuning sebagai bentuk penguatan kearifan lokal dalam pengolahan produk bakery dan pastry.
Sementara pada pelatihan tahap pertama, para guru mendapatkan materi pembuatan makanan kekinian seperti Bomboloni Mochi, Croissant, Fruit Danish, Brownies Burn Cheese Cake, Rose Lychee Pudding, serta Matcha Cotton Roll Cake.
Manajer Human Resource Divisi Bogasari Pabrik Surabaya, Bagus Tri Ardiyanto, mengatakan kerja sama dengan SMKN 3 Kediri tidak hanya sebatas pelatihan guru.
Dalam nota kesepahaman yang berlaku selama satu tahun, Bogasari juga akan mendukung validasi kurikulum berbasis Project Based Learning melalui program Teaching Factory, magang guru, Praktik Kerja Lapangan (PKL), penyediaan guru tamu dari industri, hingga kunjungan industri bagi guru dan siswa.
Menurut Bagus, pelatihan gelombang ketiga juga direncanakan berlangsung pada semester baru mendatang dengan materi yang disesuaikan kebutuhan sekolah serta pengembangan produk Teaching Factory.
Koordinator guru SMKN 3 Kediri, Agus Syafruddin, menjelaskan seluruh materi yang diperoleh dari BBC akan diteruskan kepada 432 siswa jurusan kuliner secara bertahap sesuai tingkat kelas.
Ia menuturkan materi pastry dan bakery yang diperoleh dari industri sangat penting karena memberikan wawasan baru terkait teknik dan tren terkini yang perlu dikuasai siswa sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.
Agus menambahkan, ilmu yang diperoleh dari pelatihan juga dimanfaatkan untuk mengembangkan produk Teaching Factory Kuliner "Adiwangsa" yang dikelola sekolah.
Salah satu pengalaman yang dinilai berhasil adalah produksi sekitar 700 toples aneka kue kering saat Ramadan lalu. Produk tersebut dipasarkan langsung oleh siswa dan menghasilkan omzet sekitar Rp35 juta.
Menurut Agus, tujuan utama kegiatan tersebut bukan semata-mata keuntungan, melainkan melatih keterampilan bisnis dan jiwa kewirausahaan siswa sejak di bangku sekolah.
Ke depan, SMKN 3 Kediri berencana mengembangkan berbagai produk inovatif, seperti donat prasmanan yang dapat dipilih dan diberi topping langsung oleh konsumen serta mie sehat berbahan campuran tepung terigu dan bayam yang saat ini menjadi salah satu menu favorit siswa.
Seluruh pelatihan dipandu langsung oleh Chef Senior Bogasari Baking Center, Hadi Haudi. Ia menyebut penggunaan tepung terigu sangat fleksibel untuk dipadukan dengan berbagai bahan pangan lokal Nusantara.
Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya menghasilkan produk yang unik, tetapi juga dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas pertanian lokal.
Beberapa contoh produk yang telah dikembangkan antara lain Flaky Taro berbahan talas, Burnt Fermented Cassava Cheese Cake dari tape singkong, Banana Brownies Cake, Crunchy Durian Choux Paste, hingga Donat Telo berbahan ubi ungu.
Ia menilai kombinasi tepung terigu dengan bahan pangan lokal berpotensi menjadi peluang usaha bagi pelaku UMKM sekaligus memperkuat identitas kuliner daerah. (KS-5)